Batik Wistara, UMKM Berbasis Sosiopreneur yang Jadi Wadah Berkarya Bagi Difabel

Batik Wistara merupakan UMKM lokal asal Kota Surabaya yang berbasis sosiopreneur.

TRIBUNNEWSWIKI.COM/LUTHFI HUSNIKA
Para karyawan saat menunjukkan produk Batik Wistara 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Batik Wistara merupakan UMKM lokal asal Kota Surabaya yang berbasis sosiopreneur.

Predikat sosiopreneur tersebut disematkan karena owner Batik Wistara, Ariyono Setiawan mengajak para penyandang disabilitas untuk berkarya pada UMKM miliknya.

Batik Wistara yang pertama kali berdiri pada tahun 2010 itu kini memiliki 18 karyawan.

Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran

Menariknya, semua karyawan Batik Wistata ini merupakan para disabilitas.

"Karyawan kami saat ini ada 18 dan semuanya difabel, semuanya tuna rungu dan tuna wicara," kata Ariyono Setiawan, Jumat (20/12/2019).

Seorang karyawan Batik Wistara saat sedang mengerjakan produk
Seorang karyawan Batik Wistara saat sedang mengerjakan produk (TRIBUNNEWSWIKI.COM/LUTHFI HUSNIKA)

Ariyono Setiawan mengaku, ia sengaja merintis usahanya sebagai sosiopreneur.

Dimana dalam prosesnya melibatkan anak-anak difabel.

Ia menjelaskan, banyak hambatan yang telah dilalui sejak pertama kali mendirikan usaha Batik Wistara.

Cerita Ariyono Setiawan saat Rintis Usaha Batik Wistara, Akui Sempat Ingin Menyerah

" Batik Wistara ini jalannya tidak selalu mulus, kendala. Namun tetap konsisten dikerjakan. Kalau suka pasti bisa berkembang," ujarnya.

Ariyono Setiawan mengatakan, Batik Wistara pertama kali mendapatkan para karyawan disabilitas tersebut dari Dinas Sosial.

Karyawan saat mengerjakan produk batik di Batik Wistara
Karyawan saat mengerjakan produk batik di Batik Wistara (TRIBUNNEWSWIKI.COM/LUTHFI HUSNIKA)

Ia mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial Jawa Timur yang berada di Bangil, Pasuruan.

Di sana terdapat UPT Rehabilitasi Cacat Rungu Wicara yang membina para difabel.

"Nah setiap tahun ada pelepasan kami diundang. Mereka (para disabilitas) juga akan ditawarkan mau atau nggak ikut dengan kami di Wistara," paparnya.

Diproduksi Para Difabel, Batik Wistara Berhasil Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah

Sejak saat itu, ia kemudian memfokuskan kegiatan bisnis Batik Wistara sebagai sosiopreneur yang bisa wadah adik-adik difabel untuk berkarya.

Dalam membina karyawan difabelnya, Ariyono Setiawan mengaku ia harus memiliki kesabaran ekstra dan telaten.

Proses pengerjaan batik oleh karyawan Batik Wistara
Proses pengerjaan batik oleh karyawan Batik Wistara (TRIBUNNEWSWIKI.COM/LUTHFI HUSNIKA)

Dirinya mengaku lebih banyak 'ngemong' dan membimbing para karyawannya.

Menurutnya, bekerja dengan adik disabilitas dirinya harus banyak pemakluman.

"Kalau normal bisa ditarget. Tapi kalau adik-adik ini kita amati ritmenya. Ada yang cepat dan dapat banyak, tapi ada juga yang hati-hati," ujarnya.

Tak hanya itu, Ariyono Setiawan juga mengajak para karyawan difabelnya untuk tinggal bersama dengannya.

Ia mengaku terpanggil dan senang jika rumahnya menjadi ramai. "Adik-adik ini juga tinggal bareng saya di sini. Panggilan jiwa mungkin ya saya lebih senang mereka di sini. Rumah juga jadi ramai," pungkasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Luthfi Husnika)

Ikuti kami di
KOMENTAR
113 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved