Batik Wistara

Batik Wistara merupakan sebuah UMKM asal Kota Surabaya yang memiliki visi sosial tinggi.

TRIBUNNEWSWIKI.COM/LUTHFI HUSNIKA
Para karyawan saat menunjukkan produk Batik Wistara 

Owner Batik Wistara, Ariyono Setiawan mengaku sempat ingin menyerah menjalankan bisnis.

Pada tahun 2013, Arif Setiawan kehilangan seluruh karyawannya, sehingga nol Sumber Daya Manusia (SDM).

Batik Wistara yang pertama kali didirikan pada tahun 2010 di daerah Juanda ini sempat akan collapse karena sang owner sempat down.

Kunci keberhasilan Batik Wistara hingga saat ini adalah konsistensi untuk tetap berproduksi dan berkembang.

Hingga saat ini, bisnis Batik Wistara milik Ariyono Setiawan terus berkembang. Bahkan, ia sudah memiliki beberapa pelanggan tetap dari perusahaan.

Orderan seragam menjadi favorit para pelanggan setia Batik Wistara sejauh ini. Tak hanya memproduksi pakaian batik jadi, Batik Wistara juga menyediakan lembaran batik yang bisa dipesan sesuai kebutuhan.

Pemasaran

Karyawan saat mengerjakan produk batik di Batik Wistara
Karyawan saat mengerjakan produk batik di Batik Wistara (TRIBUNNEWSWIKI.COM/LUTHFI HUSNIKA)

Batik Wistara, UMKM berbasis sosiopreneur yang mewadahi para disabilitas untuk berkarya mampu meraup untung hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

UMKM yang didirikan oleh Ariyono Setiawan pada tahun 2010 ini memang memiliki visi sosial yang tinggi.

Batik Wistara berkembang dengan dukungan para karyawan setianya yang merupakan penyandang disabilitas rungu dan wicara.

Ariyono Setiawan mengatakan, perjalanan Batik Wistara hingga saat ini menemui banyak kendala. Namun, ia berusaha tetap konsisten dalam menjalankan bisnisnya.

Melihat perkembangan saat ini, Batik Wistara dapat dikatakan mengalami kemajuan pesat.

Didukung oleh 18 karyawan difabel, Batik Wistara berhasil meraih omzet puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Ariyono Setiawan mengatakan, pemasaran produk Batik Wistara sudah mencakup wilayah nasional atau seluruh Indonesia.

Seorang karyawan Batik Wistara saat sedang mengerjakan produk
Seorang karyawan Batik Wistara saat sedang mengerjakan produk (TRIBUNNEWSWIKI.COM/LUTHFI HUSNIKA)

Bahkan, beberapa produk Batik Wistara juga dibawa ke luar negeri untuk oleh-oleh.

Batik Wistara sendiri memproduksi batik dalam bentuk pakaian jadi seperti kemeja dan dress, serta memproduksi batik lembaran.

Dalam segi teknik pembuatan, Batik Wistara memberlakukan sistem campuran antara batik tulis dan batik cap.

Batik cap, lanjut Ariyono Setiawan sering digunakan untuk membuat seragam dalam pesanan massal atau banyak.

Karena, penggunaan batik tulis untuk membuat produksi massal akan kuwalahan. Ditambah lagi jumlah SDM Batik Wistara tidak sebanyak konveksi besar.

Selain itu, batik tulis membutuhkan waktu yang cenderung lebih lama dibanding batik dengan teknik lainnya.

Saat ini, Batik Wistara mampu menjual kurang lebih 100 pcs batik setiap bulannya.

Masing-masing batik tersebut berkisar di harga Rp 200 ribu - Rp 500 ribu.

Jadi, omzet Batik Wistara setiap bulan berkisar di angka Rp 200 ribu - Rp 500 ribu dikali 100 pcs.

Batik Wistara paling mahal dijual dengan harga Rp 500 ribu merupakan batik dengan motif khusus dan bahan tertentu.

Kebanyakan motif yang dibuat oleh Batik Wistara merupakan motif-motif abstrak.

Untuk pemasaran produk, Batik Wistara sudah mulai merambah pasar online Instagram dan FB serta e-commerce.

Selain penjualan offline door to door, produk Batik Wistara juga dijajakan di platform online Bukalapak.

Karena tidak memiliki tim sales marketing, penjualan Batik Wistara juga dilakukan secara door to door dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Sehingga dapat dikatakan Batik Wistara bersifat one man show.

Terkait target ekspansi pasar ekspor, owner menjelaskan masih belum berfokus ke sana. Karena, ia menganggap persoalan SDM masih perlu diatasi.

Karena ekspor memang harus memproduksi produk secara massal dan terus menerus.

Sekadar informasi, selama setahun terakhir, Batik Wistara ini menjadi UMKM CSR PLN UIP JBTB II.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Luthfi Husnika)

Sumber:

Wawancara dengan Owner Batik Wistara, Ariyono Setiawan, Jumat (20/12/2019).

Ikuti kami di
Penulis: melia luthfi.husnika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved