Busana Batik Tulis Magetan Karya Ulfa Mumtaza Pancarkan Kecantikan dalam Diri

Ulfa Mumtaza, desainer yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Busana (Persana) Jatim memperkenalkan koleksi Inner Beauty Series.

TRIBUNNEWSWIKI.COM/LUTHFI HUSNIKA
Busana koleksi Inner Beauty Series rancangan desainer Ulfa Mumtaza. Koleksi ini mengangkat Batik Magelang yang dipadukan dengan tile dan detail payet. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Ulfa Mumtaza, desainer yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Busana (Persana) Jatim memperkenalkan koleksi Inner Beauty Series.

Koleksi busananya terinspirasi dari kecantikan alami perempuan, dimana perempuan terlahir cantik.

Dalam merepresentasikan kecantikan tersebut, Ulfa menggunakan batik tulis Magetan yang dipadukan kain tile.

Batik Wistara

"Konsepnya kain batik ditimpa dengan tile. Kain batiknya saya sembunyikan dalam lambaian kain tile yang transapran," katanya, Kamis (19/3/2020).

Ini berawal dari keinginannya mengangkat sebelas batik tulis Magetan dari sebelas perajin berbeda. Ia ingin memberi satu benang merah agar masing-masing busana saling berkesinambungan.

"Akhirnya muncul konsep memadukannya dengan kain tile. Busana ber-layer memang menjadi ciri khas rancangan saya," katanya.

Busana koleksi Inner Beauty Series rancangan desainer Ulfa Mumtaza. Koleksi ini mengangkat Batik Magelang yang dipadukan dengan tile dan detail payet.
Busana koleksi Inner Beauty Series rancangan desainer Ulfa Mumtaza. Koleksi ini mengangkat Batik Magelang yang dipadukan dengan tile dan detail payet. (ISTIMEWA)

Selain memiliki filosofi yang dalam, Ulfa menghadirkan batik dengan sentuhan modern. Menurutnya, tile kini menjadi material yang banyak digemari para fashionista.

"Kali ini pakai kain tile warna hitam. Rata-rata batik yang saya pilih ini berwarna dasar hitam. Hitam memberi kesan yang elegan. Selain itu juga cocok dikenakan semua bentuk tubuh. Kesan lebih ramping diciptakan oleh busana warna hitam," terangnya.

Kesan jenjang dan ramping lebih ia tonjolkan dalam siluet busananya yang A line. Menurutnya, potongan ini banyak digemari oleh masyarakat.

Masing-masing look hanya satu item.

"Kalau koleksinya banyak yang A line. Nah untuk koleksi lebaran rencana saya bikin yang loose, sekarang masih proses menggambar," Ulfa mengatakan.

Siap Maju di LA Fashion Week, Xiao Fen Selesaikan 16 Busana dalam Rentang Waktu 3,5 Bulan

Desainer Surabaya Xiao Fen Siap Luncurkan Busana Bertema Phe-Nomenon di LA Fashion Week

Ditanya lebih lanjut soal ketertarikannya terhadap batik tulis Magetan, Ulfa mengatakan masing-masing daerah memiliki ciri khas masing-masing.

"Batik Magelang identik dengan motif pring yakni rumpun bambu. Ini menjadi keunikan dari batik ini," ungkapnya.

Batik Magetan memiliki karakter yang kuat dengan warna-warna yang berani, seperti kuning, merah, dan hijau.

"Batik Magetan memang full color. Ada juga yang hitam putih, ini juga banyak disukai," imbuhnya.

Tak hanya batik dan tile, untuk mempercantik busana, Ulfa menambahkan detail-detail payet di berbagai titik busananya.

"Saya taruh di rumbai-rumbai, pada tepiannya. Payet bisa menambah keindahan serta membuat busana lebih mewah. Kebanyakan gaun lebih cantik kalau ditambah payet, memberi kesan tidak monoton. Ada juga yang tidak pakai, disesuaikan dengan potongannya," urai Ulfa.

Karena busananya sudah ramai, ia menyarankan untuk tidak memakai aksesoris berlebihan. Paling pas jika mengenakan jilbab hitam polos dan ditambah aksen bross.

"Perawatannya tidak terlalu susah. Yang penting, jangan dicuci menggunakan mesin cuci dan dijemur di bawah terik matahari secara langsung. Lebih baik pakai dry clean atau dicuci sendiri menggunakan lerak," urai Ulfa.

Tak hanya batik tulis Magelang, Ulfa juga ingin mengangkat berbagai kain warisan nusantara, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved