Melalui Rail Express, PT KAI Siap Angkut Bahan Pangan pada Masa PSBB

PT Kereta Api Indonesia (Persero) siap melayani distribusi bahan pangan dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar yang sudah diterapkan di berbagai

ISTIMEWA/Dokumen PT KAI
Melalui Rail Express, KAI Siap Angkut Bahan Pangan pada Masa PSBB 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) siap melayani distribusi bahan pangan dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar yang sudah diterapkan di berbagai daerah.

“KAI siap mendistribusikan barang retail termasuk pangan seperti beras, buah-buahan, sayur-sayuran, dan lainnya dengan aman, tepat waktu, dan efisien,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto.

Suprapto menjelaskan, Rail Express merupakan layanan angkutan barang Station to Station dengan harga terjangkau yang tersedia di 60 stasiun di Pulau Jawa. Pelanggan cukup menyerahkan barang ke loket Rail Express di stasiun dan mengambilnya di loket Rail Express stasiun tujuan.

Sesuai Permenkes No 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, disampaikan bahwa perusahaan transportasi logistik untuk bahan pangan masih dapat beroperasi tanpa pembatasan.

Mulai 15 April 2020, PT KAI Daop 9 Jember Kembali Batalkan 5 Perjalanan Kereta Api

Melalui Rail Express, KAI Siap Angkut Bahan Pangan pada Masa PSBB
Melalui Rail Express, KAI Siap Angkut Bahan Pangan pada Masa PSBB (ISTIMEWA/Dokumen PT KAI)

Suprapto menambahkan, sebelumnya Rail Express telah melayani angkutan bahan pangan seperti telur dari Blitar ke Jakarta, bawang merah dari Nganjuk ke Jakarta, salak dari Purwosari ke Jakarta, sayur dan buah dari Malang dan Kebumen ke Jakarta dan Bandung, serta angkutan bahan pangan lainnya ke berbagai tujuan.

“Semoga layanan ini dapat membantu masyarakat yang ingin mendistribusikan barangnya pada masa Pandemi Covid-19,” ujar Suprapto.

Sementara itu, di tengah pandemi Covid-19, KAI saat ini memaksimalkan angkutan barang dalam bisnisnya. Hal ini karena angkutan penumpang terus mengalami penurunan jumlah penumpang dan berimbas kepada pembatalan sebagian besar perjalanan kereta api.

“KAI mencatat adanya peningkatan volume angkutan barang pada bulan Maret 2020 dibandingkan dengan Februari 2020. Pada Maret 2020 KAI mengangkut 4,2 juta ton, naik 16% dibanding periode Februari 2020 dengan jumlah 3,6 juta ton,” jelas Suprapto.

PT KAI Daop 8 Surabaya Batalkan 21 Perjalanan Kereta Api Lokal, Berikut Daftarnya!

Secara nasional, telah terjadi kenaikan volume angkutan barang yang disumbang oleh peningkatan angkutan perkebunan sebesar 400 persen dari 12 ribu ton menjadi 61 ribu ton.

Kemudian angkutan klinker naik 159 persen dari 43 ribu ton menjadi 114 ribu ton, angkutan batu bara naik 15 persen dari 2,6 juta ton menjadi 3 juta ton, peti kemas naik 8 persen dari 373 ribu menjadi 404 ribu, dan angkutan retail naik 4 persen dari 11 ribu ton menjadi 12 ribu ton.

Ditengah menurunnya volume angkutan penumpang, KAI akan memaksimalkan lini angkutan barang menggunakan kereta api.

Diharapkan KAI mampu mempercepat pendistribusian logistik yang dibutuhkan di berbagai daerah, termasuk logistik yang sangat dibutuhkan dalam rangka penanganan Covid-19.

“Kami informasikan bahwa terhitung pada Bulan Maret 2019, telah terjadi perubahan pola bisnis di angkutan barang hantaran (Rail Express) yang sebelumnya mengunakan sistem Bisnis to Bisnis (B to B) menjadi sistem Bisnis to Costumer (B to C)," Suprapto memaparkan.

Dimana pada pola sebelumnya, lanjutnya, konsumen yang ingin mengangkut barang dengan mengunakan angkutan kereta api, harus mengunakan jasa ekspeditur untuk bisa diangkut dengan kereta api.

Pada pola bisnis yang baru ini, siapapun baik itu masyarakat perorangan maupun pihak bisnis lainnya bisa langsung berhubungan dengan PT KAI di loket yang telah disediakan untuk mendapatkan layanan angkutan barang hantaran kereta api,” tutup Suprapto.

(TRIBUNNEWSWIKI/Luthfi Husnika)

Ikuti kami di
KOMENTAR
301 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved