Etika Citizen Journalism, Errol Jonathans: Spirit Menjadi yang Paling Tepat, Bukan Tercepat

Citizen Journalism atau jurnalisme warga semakin berkembang seiring kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Etika Citizen Journalism, Errol Jonathans: Spirit Menjadi yang Paling Tepat, Bukan Tercepat
ISTIMEWA
Sapa Alumni AS bersama MyAmerica Surabaya di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Kamis (23/4/2020). 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Citizen Journalism atau jurnalisme warga semakin berkembang seiring kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam citizen journalism, masyarakat secara umum dapat menjadi seorang jurnalis seperti melaporkan berita atau peristiwa tertentu yang terjadi di sekitarnya.

Meski dipegang oleh masyarakat secara umum, seorang citizen journalism juga harus memegang etika sebagai jurnalisme warga.

Errol Jonathans, alumni International Visitor Leadership Program (IVLP) 1994 mengatakan, seseorang yang terlibat dalam jurnalisme warga harus memiliki pemahaman yang baik.

Nikmati Ramadhan Vaganza di Hotel Ciputra World Surabaya

Sapa Alumni AS bersama MyAmerica Surabaya di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Kamis (23/4/2020).
Sapa Alumni AS bersama MyAmerica Surabaya di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Kamis (23/4/2020). (ISTIMEWA)

"Masih banyak saya lihat para citizen journalist yang belum memahami konsep jurnalistik," kata Errol saat mengikuti sesi Sapa Alumni AS bersama MyAmerica Surabaya di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Kamis (23/4/2020).

Dalam bincang-bincang yang bertajuk 'The Ethics of Citizen Journalism' Errol mengutarakan, seorang jurnalis warga harus mengedepankan konsep faktual.

"Pasalnya, masih banyak para jurnalis warga yang mengutamakan kecepatan pengiriman informasi tanpa terkonfirmasi secara jelas terlebih dahulu. Hal ini yang harus dihindari," Errol memaparkan.

Menurutnya, konsep faktual dalam pelaporan berita jauh lebih penting daripada aktual. Karena, masyarakat berhal mendapatkan informasi yang sevalid mungkin.

"Faktual dalam penyampaian informasi ini menurut saya jauh lebih penting daripada informasi yang dikirim dengan cepat-cepatan. Karena cepat belum tentu tepat," kata Errol.

Hwa Ind dan Grand City Salurkan 1400 Sembako & 3000 Masker untuk Warga Kota Surabaya Melalui Pemkot

Hal pertama yang harus dipahami oleh citizen journalist, menurut Errol adalah materi mengenai 'faktual' dari sebuah berita atau peristiwa.

Faktual tersebut menurutnya bisa didapatkan apabila si jurnalis benar-benar berada di lokasi kejadian seperti mendengarnya sendiri, tidak sekadar dengar-dengar dan katanya.

"Maka dari itu spirit yang harusnya dibangun adalah bukan menjadi yang tercepat, namun yang paling tepat" ujarnya.

Dengan memahami asas-asas kejurnalistikan, Errol berharap penyebaran hoaks di Indonesia akan semakin berkurang.

"Media sudah seharusnya menjadi jujugan dan rujukan. Dimana jujugan itu berarti berisi sumber informasi terpercaya dan kredibel serta narasumber yang qualified. Sedangkan rujukan, media biasanya akan jadi tujuan informasi utama. Maka dalam prosesnya, harus benar-benar valid dan terkonfirmasi informasinya," pungkasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Luthfi Husnika)

Ikuti kami di
Penulis: melia luthfi.husnika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved