Begini Kesiapan Kampung Tangguh Desa Sawocangkring Sidoarjo dalam Menyambut New Normal

Selain membentuk satgas kesehatan, satgas penanganan penyebaran covid-19 dan sebagainya, warga juga mendirikan lumbung pangan, dapur umum desa.

ISTIMEWA
Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SIDOARJO - Sejumlah plastik berisi sayuran dan kebutuhan pokok lain terlihat menempel di pagar.

Warga boleh mengambil seperlunya, serta bisa menyumbang seiklasnya supaya dapat dimanfaatkan warga lainnya.

Di sisi lain, tanaman hidroponik juga sedang dikelola maksimal untuk mencukupi kebutuhan pangan.

Warga juga mendirikan dapur umum untuk kebutuhan makan bersama.

Pemandangan itu ada di Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

Warga di sana sedang giat bersama-sama mensukseskan program kampung tangguh untuk menekan penyebaran virus corona di kampungnya.

Selain membentuk satgas kesehatan, satgas penanganan penyebaran covid-19 dan sebagainya, warga juga mendirikan lumbung pangan, dapur umum desa, serta menguatkan roda perekonomian melalui kerajinan blangkon dan sejumlah produk UMKM lainnya.

Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.
Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. (ISTIMEWA)

"Dengan bersama-sama, saling membantu dan menguatkan, kami yakin penyebaran covid-19 akan berhasil kita lawan. Desa adalah garda terdepan dalam upaya memutus mata rantai penyebarannya," ujar Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin di sela peluncuran kampung tangguh Desa Sawocangkring, Minggu (7/6/2020).

Menurutnya, edukasi, sosialisasi, dan disiplin menjalankan protokol kesehatan merupakan program utama kampung tangguh.

Selain upaya memotong mata rantai penyebaran covid-19 yang efektif, kampung tangguh disebut-sebut juga sebagai persiapan menuju new normal atau tata hidup normal baru.

Empat Wilayah Zona Merah di Jatim Sudah Berstatus Zona Kuning, Mana Saja?

New Normal, Penumpang Kereta Api Jarak Jauh Wajib Pakai Face Shield

"Berulang kali kami sampaikan, kami berharap PSBB (pembatasan sosial berskala besar) cukup sampai tahap tiga. Semoga setelah itu kita siap menyambut normal baru," ujar politisi PKB yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Sidoarjo tersebut.

Wabup melihat kampung tangguh merupakan bentuk keikutsertaan masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Di situ terdapat upaya-upaya nyata masyarakat untuk menghentikan pandemi Covid-19. Upaya preventif, kuratif, promotif dilakukan dalam kampung tangguh.

Pemkab Sidoarjo pun berencana membantu keberadaan kampung tangguh. Pihaknya menilai kampung tangguh merupakan garda terdepan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Saya berharap, kampung tangguh bisa tercipta di seluruh desa dan kelurahan di Sidoarjo. Ide dan programnya muncul dari masyarakat sendiri, sebagai upaya menekan penyebaran corona dan persiapan menuju new normal," urainya.

Tunjungan Plaza Surabaya Lakukan Uji Coba One Way Jelang Penerapan New Normal

Selain Nur Ahmad, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji juga hadir dalam peluncuran kampung tangguh Desa Sawocangkring. Pihaknya pun mengapreaiasi kemandirian warga di sana.

"Keberadaan lumbung pangan, dapur umum, pemberdayaan UMKM dan produksi minuman herbal ini menjadi bukti optimisme warga. Sekaligus bukti bahwa warga di sini tetap tangguh menghadapi pandemi ini," kata Sumardji.

Melihat itu, kapolres pun yakin penyebaran covid-19 di sana bakal segera teratasi. Ditambah geliat perekonomian yang ada, diyakini pula, warga bakal siap menyambut new normal.

"Yang terpenting, tetap selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan," sebutnya.(Surya/ufi)

Ikuti kami di
KOMENTAR
409 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved