Terapkan Protokol Kesehatan Jadi Kebiasaan Agar Anak Patuhi Aturan New Normal

Masa transisi menuju new normal atau tatanan normal baru saat ini tengah berlangsung di beberapa kota di Indonesia, termasuk Surabaya Raya.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI aturan baru di sekolah di masa pandemi covid-19 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Masa transisi menuju new normal atau tatanan normal baru saat ini tengah berlangsung di beberapa kota di Indonesia, termasuk Surabaya Raya.

Tiga wilayah Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo telah memasuki masa transisi menuju tatanan normal baru pada Selasa (9/6/2020) setelah selesai masa PSBB Jilid 3.

Pada masa transisi ini, masyarakat baik orangntua harus memahami berbagai aturan baru yang akan diterapkan pada fase new normal.

Berbeda dengan orang dewasa, anak cenderung susah untuk memahami kondisi normal baru karena perbedaan keadaan, terutama mengenai protokol kesehatan.

Psikolog Anak Universitas Airlangga, Dr. Primatia Yogi Wulandari, M. Si., Psikolog mengatakan, anak membutuhkan alasan mengapa harus mematuhi aturan-aturan baru di masa tatanan normal baru.

"Oleh karenanya, pertama kali orangtua perlu menekankan pada mengapa (why) semua harus dilakukan," kata Dr. Primata pada Tribun Jatim.

Misal, lanjutnya, orang tua menjelaskan mengapa anak perlu melakukan cuci tangan dan apa dampak bila tidak melakukannya.

Selain itu, orang tua juga perlu menjelaskan tentang fungsi masker dalam melindungi tubuh anak, serta pentingnya menjaga jarak dengan orang lain.

Tips Beri Pemahaman Anak Mengenai Pedoman New Normal, Simak Kata Psikolog!

Akhiri PSBB Jilid III, Tiga Wilayah Surabaya Raya Ini Masuki Transisi New Normal

"Setelah anak paham alasannya, barulah masuk pada penjelasan tentang apa (what) yang harus dilakukan," kata perempuan yang akrab disapa Mima tersebut.

Menurutnya, orang tua juga perlu membuat kebiasaan dan rutinitas baru di lingkungan rumah. Misalnya menjaga jarak, sering cuci tangan, buang sampah tisu setelah bersin, tidak membagi makanan dengan orang lain.

"Setelah dari luar rumah harus langsung cuci tangan dan mengganti pakaian, serta tidak langsung menyentuh anggota keluarga yang lain," paparnya.

Kebiasaan tersebut bisa dijadikan sebagai protokol kesehatan baru bagi keluarga.

Temukan Gaya Belajar Anak yang Tepat Sesuai Minat Bakat, Simak Kata Psikolog!

Tips Hilangkan Rasa Jenuh Anak saat Puasa Di Rumah Aja di Tengah Pandemi Covid-19

Dengan demikian, harapannya anak pun menjadi terbiasa dengan kedisiplinan dan kemandirian tersebut serta terus melakukannya meksipun sedang tidak berada di rumah.

Bila memang anak harus bersekolah, ia menuturkan, orang tua juga perlu melakukan beberapa penyesuaian.

Misalnya tentang cara menuju sekolah, cara belajar di sekolah, cara ke kamar mandi, cara istirahat atau makan siang, cara ikut kegiatan olahraga yang di luar kelas, cara ikut ekstrakurikuler, cara upacara, hingga cara pulang ke rumah.

"Bisa juga penyesuaian tentang relasi pertemanan, dimana menjaga jarak bukan berarti tidak bisa menjalin pertemanan, melainkan memberi rasa aman dan sikap hati-hati untuk menjauhkan virus," pungkasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Melia Luthfi Husnika)

Ikuti kami di
KOMENTAR
417 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved