Docquity Jadi Platform Akselerasi Kemampuan Pelayanan Medis Melawan Covid-19

Docquity sebagai platform digital berkumpulnya para dokter yang telah terverifikasi, mendukung layanan rekrutmen dokter relawan

ISTIMEWA
Mengakselerasi Kemampuan Pelayanan Medis Melawan Covid-19 Melalui Perekrutan dan Pelatihan Dokter Relawan dengan platform Docquity 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Menghadapi virus Corona dengan daya tular yang cepat, setiap negara harus menerapkan standar penanganan yang tepat.

Praktisi medis juga harus secara mutlak mengadopsi standar penanganan yang ditetapkan WHO.

Di Indonesia, terdapat dua tantangan dalam implementasi penanganan pandemi Covid-19.

Pertama, bagaimana menambah jumlah tenaga medis yang bersumber dari relawan.

Kedua, bagaimana membekali mereka dengan pengetahuan tentang standar penanganan Covid-19 sesuai rujukan WHO.

Ditambah tantangan makin sulit karena pemerintah menerapkan PSBB yang membatasi mobilitas serta ditambah dengan tren meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 meningkat hampir 1.000 orang.

Sehingga sinergi dengan pihak eksternal sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19, khususnya dalam menambah jumlah personil tenaga kesehatan. 

Premuim Nanny

Sambut New Normal, Traveloka Luncurkan Inovasi Traveloka Livestyle Hotel Flash Sale

Docquity sebagai platform digital berkumpulnya para dokter yang telah terverifikasi, mendukung akan hal ini dengan menyediakan layanan rekrutmen dokter relawan serta pelatihannya secara daring, yang kemudian dikerahkan untuk menangani pasien Covid-19.

Amit Vithal selaku Co-Founder Docquity mengatakan, sebagai mitra pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Docquity menyambut baik kerjasama dengan Kemenkes.

"Terutama dalam perekrutan dan memberikan pelatihan bagi para dokter relawan sesuai standar WHO untuk menangani pasien wabah Covid-19 melalui platform kami," katanya, dalam rilis yang diterima, Rabu (24/6/2020).

Platform Docquity, lanjutnya, dipilih karena telah sukses mengumpulkan ribuan dokter di Indonesia sebagai pengguna aktif.

Pelatihan dan perekrutan secara daring melalui Docquity didukung sepenuhnya oleh Kemenkes.

"Hal ini berdampak sangat besar tidak hanya untuk kesembuhan pasien, tapi juga keamanan pasien dan petugas medis yang terlibat di dalam pelayanan sesuai standarisasi WHO.” ujar Amit.

Amit menambahkan, kerjasama ini diawali dengan penandatanganan kesepakatan Docquity dengan Kementrian Kesehatan pada 19 Maret 2020 lalu.

Dimana Docquity resmi menjadi anggota dari Aliansi Telemedik Indonesia (Atensi) untuk perekrutan dan pemberian pelatihan bagi tenaga medis untuk menangani pasien Covid-19.

Menurut data yang terkumpul per 11 Juni 2020, kata Amit, sebanyak 887 dokter telah mendaftar yang terdiri dari 677 dokter umum dan sisanya adalah dokter spesialis.

"Sebagian besar dokter relawan yang tergabung berasal dari pulau Jawa dengan anggota terbanyak dari DKI Jakarta, Tangerang dan Bandung," ia memaparkan.

"Kemudian sisanya sejumlah 40 persen berasal dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi hingga Flores," imbuhnya.

Karenanya, hal ini kemudian menunjukkan tingginya jiwa kemanusiaan para dokter di seluruh Indonesia untuk bergandengan tangan dalam memerangi Covid-19 di garis terdepan.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para dokter tersebut akan disalurkan ke beberapa lokasi titik tempat pasien Covid-19 yaitu di Wisma Atlet Kemayoran dan rumah sakit daerah lainnya di Indonesia, dengan semua akomodasi ditanggung oleh pemerintah.

Ikuti kami di
KOMENTAR
453 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved