Terdampak Covid-19, Komunitas Peternak Bebek KPBP2SI Lakukan Inovasi Produk Olahan

Sebagaimana banyak usaha dan bisnis lainnya yang terdampak COVID-19, demikian pula halnya yang dirasakan oleh para anggota grup KPBP2SI.

ISTIMEWA
Acara kopdar anggota grup Facebook KPBP2SI 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Sebagaimana banyak usaha dan bisnis lainnya yang terdampak COVID-19, demikian pula halnya yang dirasakan oleh para anggota grup KPBP2SI.

KPBP2SI merupakan grup Facebook yang berisi para peternak bebek petelur. Grup yang dibuat oleh Agni dan sang ayah berhasil memberikan solusi pada para peternak bebek untuk memaksimalkan ternaknya.

Namun, Agni mengatakan adanya larangan acara-acara adat akibat pandemi seperti acara pernikahan dan arisan membuat penjualan telur asin menurun.

"Hambatan itu tak menutup semangat kami, para anggota KPBP2SI untuk mengoptimalkan penjualan hasil ternak," kata Agni.

Berbagai dukungan dan solusi diciptakan termasuk membuat kerupuk telur asin yang menjadi inovasi terbaru untuk menikmati olahan telur bebek tersebut.

Berbahan dasar telur asin dan tepung, kerupuk dengan cita rasa gurih dan renyah ini diolah langsung oleh tangan-tangan terampil para perajin telur asin.

Agni juga giat memotivasi anggota untuk mempromosikan produk telur asin langsung kepada ibu-ibu rumah tangga di area masing-masing demi menciptakan permintaan dari level konsumen.

Komunitas Peternak Bebek Ubah Cara Ternak Tradisional Jadi Modern, Patahkan Mitos yang Berkembang

Mengelola grup Facebook bukanlah pekerjaan mudah. Agni sangat disiplin dalam menjalankan aturan grup yang wajib disepakati, salah satunya adalah dilarang berjualan.

Sebagai admin, Agni juga melakukan filter pada postingan grup agar suasana tetap nyaman dan kondusif untuk berdiskusi.

"Guna membuat suasana grup yang aktif dan menarik, saya dan KPBP2SI yang merupakan bagian dari Facebook Community Leadership Program, kerap menyiasatinya dengan membagikan informasi bisnis seputar permintaan terhadap hasil ternak," jelas Agni.

Selain itu, ia juga membangkitkan diskusi dan percakapan dengan mengadakan kuis berhadiah yang memberikan pertanyaan seputar kendala ternak bebek dan pemecahan masalahnya.

“Anggota grup kami berasal dari beragam sektor, mulai dari pembibit, penjual DOD atau penjual bibit, pembesaran, petelur, dan pedaging. Aktivitas di dalam grup terdiri dari 70 persen edukasi dan konsultasi seputar ternak bebek, 10 persen senda gurau, dan 20 persen itu pencarian bibit,” jabarnya.

Selain diskusi di dalam grup, anggota KPBP2SI juga kerap melakukan pertemuan langsung atau kopdar (kopi darat) untuk meningkatkan keakraban dan edukasi langsung.

Kopdar untuk pertama kalinya digelar pada akhir 2016 silam di 12 kota di antaranya Telukagung, Jompang, Solo, Yogyakarta, Tegal, hingga Palembang dengan kehadiran sekitar 100 anggota di setiap kota.

Selain temu sapa, Agni dan sang Ayah juga melakukan kunjungan ke peternakan bebek milik anggota untuk melihat dan mendengarkan langsung keluhan atau masukkan dari lapangan.

Plie Indonesia Ajak Empowering Woman Lewat Kampanye Love Your Shape

Usaha tidak menghianati hasil. Berkat konsistensi Agni membangun sebuah komunitas dan hubungan yang bermakna, secara online dan offline, kini 80 persen peternak pemula yang merupakan anggota grup Facebook KPBP2SI sudah menunjukkan pencapaian yang signifikan dalam usaha ternak mereka.

“Tahun 2016, 80 persen peternak pemula itu gagal. Nah, sekarang hanya 20 persen. 80 persen sisanya sudah berhasil. Kadang, mereka juga share tentang hasil ternak mereka, ‘Wah alhamdulillah produksi telur naik jadi 95 persen.’ Itu menjadi suatu kebanggaan bagi kami,” pungkasnya.

Selama setahun terakhir, Facebook mempelajari bahwa banyak dari pemimpin komunitas yang mencari dukungan dan panduan dalam cara terbaik untuk membantu komunitasnya berkembang.

Melalui Facebook Community Leadership Program, Facebook menyediakan pengetahuan, keterampilan, alat, dan dukungan untuk membantu para pemimpin ini membangun komunitasnya dalam cara baru yang inovatif guna mempromosikan dampak positif dan jangka panjang.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Luthfi Husnika)

Ikuti kami di
KOMENTAR
491 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved