Gaya Rambut Cepak Jadi Tren Baru Selama Pandemi, Simak Alasannya!

Selama masa pandemi covid-19, banyak muncul penyesuaian baru dalam tatanan hidup. Salah satunya adalah tren gaya rambut.

TRIBUNNEWSWIKI.COM/LUTHFI HUSNIKA
Pelayanan Paxi Barbershop di Galaxy Mall 1 Surabaya yang dibanjiri customer yang ingin potong bergaya rambut cepak 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Selama masa pandemi covid-19, banyak muncul penyesuaian baru dalam tatanan hidup. Salah satunya adalah tren gaya rambut.

Pandemi yang membuat setiap orang berhati-hati untuk beraktifitas di luar ruangan ini menggiring sebuah tren baru dalam tatanan gaya rambut pria, yakni tren rambut cepak.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu owner barber shop di Kota Surabaya, Kukuk F. Soeharno. Ia menyebut, kini tren rambut cepak semakin meningkat hingga 70 persen.

"Semenjak barber shop diperbolehkan buka selama masa pandemi, kami amati tren gaya rambut cepak dan bahkan plontos semakin marak," kata Kukuk saat ditemui di Paxi Barber shop Galaxy Mall 1 Surabaya.

Kukuk melanjutkan, tren gaya rambut ini bahkan meningkat lebih dari 70 persen dibanding gaya rambut lain.

Pelayanan Paxi Barbershop di Galaxy Mall 1 Surabaya
Pelayanan Paxi Barbershop di Galaxy Mall 1 Surabaya (TRIBUNNEWSWIKI.COM/LUTHFI HUSNIKA)

"Sebagian besar customer kami lebih memilih gaya rambut cepak dibanding hanya datang untuk merapikan rambut," ujarnya.

Tren rambut cepak, kata Kukuk, terdapat dua jenis, yakni cepak biasa dengan rambut tipis dan gundul atau plontos.

Potongan cepak biasa ini yang masih banyak diminati para customer di barbershop ketimbang plontos. "Kalau benar-benar plontos biasanya masih pada malu," ujar Kukuk.

Untuk teknik pemotongan sendiri, potongan rambut cepak relatif lebih cepat dilakukan. Ditambah dengan alat yang digunakan di Paxi barbershop juga sudah modern.

Resso Hubungkan Penggemar Musik dengan Musisi Sal Priadi Lewat #VibeChallenge

Bentuk Kepedulian di Tengah Pandemi, KAI Salurkan Bantuan Bina Lingkungan Sosial Pendidikan

"Namun, untuk jenis potongan cepak plontos, akan lebih lama. Karena kami menggunakan alat khusus dan teknik khusus. Potongan plontos ini perlu kehati-hatian ekstra," kata Kukuk.

Tren potongan rambut cepak sendiri di jelaskan Kukuk, muncul karena adanya rasa was-was seseorang saat pergi ke barbershop.

"Kalau rambut cepak, biasanya cukup datang ke barbershop satu kali sebulan. Sedangkan potongan biasa tiap dua Minggu harus dirapikan lagi. Di masa pandemi ini buat bolak-balik ke barbershop kan pasti was-was," jelas Kukuk.

Meski di tengah pandemi, Kukuk mengatakan para customer tidak perlu takut datang ke barbershop terutama Paxi barbershop. Karena, pihaknya telah menyediakan protokol kesehatan sesuai standard.

"Di Padi Barbershop ini semua protokol sesuai standard kesehatan dari mal maupun pemerintah daerah. Mulai wajib masker, hand sanitizer dan cek suhu kami terapkan," urai Kukuk.

Selain itu, para barberman dan staff juga dilengkapi alat pelindung diri berupa masker dan face shield.

"Sterilisasi ruangan dan alat-alat juga kami lakukan rutin. Setiap tamu selesai, kami semprot disinfektan. Kapasitas ruang juga kami kurangi untuk menjaga jarak," pungkasnya.

Jason Widjaja seorang customer yang melakukan potong rambut di Paxi Barbershop mengatakan bahwa pelayanan di Paxi memuaskan.

Ia menikmati servis yany dilakukan di barbershop tersebut karena pelayanan yang ramah dan lengkap.

"Saya apresiasi pelayanan di Paxi Barbershop ini. Lengkap sekali karena untuk potong rambut sudah bisa keramas dan massage di bahu, belakang kepala dan kepala. Ini sangat baik menurut saya," pungkasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Luthfi Husnika)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved