Mengenal Treatment Laser Karbon, Mulai Manfaat hingga Cara Kerjanya

Mengenal treatment laser karbon dan manfaatnya. Bisa hilangkan keriput ringan

SURYA/HABIBUR ROHMAN
dr Cristopher M Kes AAAM AIFO - K, ditemui di ruang praktiknya, Estine Aesthetic Clinic Surabaya, Kamis (13/8/2020). 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Perawatan kecantikan seperti facial kerap kali dilakukan bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan kulit.

Tak sekadar menjaga, perawatan kecantikan juga dikhususkan untuk mengembalikan kulit yang rusak atau mengatasi permasalah kulit seperti kusam, flek hitam dan keriput.

Salah satu permasalahan kulit yang menjadi momok di kalangan masyarakat adalah kulit kusam, flek hitam bekas jerawat hingga keriput.

Di masa pandemi ini, banyak orang yang berpikir ulang untuk melakukan perawatan di klinik kecantikan karena khawatir terpapar virus atau tak ingin lama-lama berada di luar rumah.

Namun tak perlu khawatir, perawatan kecantikan tetap bisa dilakukan di klinik dengan mematuhi protokol kesehatan dengan waktu yang relatif lebih singkat.

Seperti Laser Karbon, perawatan kecantikan yang dikhususkan bagi mereka yang ingin mendapatkan kulit cerah dan tak ingin lama-lama facial.

"Kalau facial biasa bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Tapi laser karbon ini cuma memakan waktu 45 menit saja," kata dr Cristopher M Kes AAAM AIFO - K, ditemui di ruang praktiknya, Estine Aesthetic Clinic Surabaya, Kamis (13/8/2020).

Estine Aesthetic Clinic Surabaya Sterilkan Ruang Perawatan Pakai Sinar UV C untuk Lumpuhkan Virus

Profira Sterilkan Ruang Perawatan Pakai UV Light dan Ozon, Bunuh Kuman hingga Virus

Menurutnya, perawatan laser karbon ini cocok dilakukan di masa pandemi untuk mendapatkan hasil bagus namun tak terlalu lama.

"Orang di masa pandemi ini jarang yang mau facial karena waktunya lama. Ditambah mereka was-was keluar rumah dan treatment. Nah laser karbon ini bisa jadi jalan keluar," kata dr Cristopher.

Ia menuturkan, perawatan laser karbon di Estine Aesthetic Clinic ini menggunakan laser khusus yang sebelumnya viral di Singapura.

"Kami gunakan laser ND-YAG non ablatif yang sifatnya tidak merusak jaringan kulit sampai ke dalam. Laser ini sudah tren di Singapura sejak 7 tahun lalu. Sedangkan di Indonesia baru masuk sekitar 3 tahun belakangan," dr Cristopher menjelaskan.

Laser ND-YAG non ablatif ini bekerja dengan merusak jaringan kulit atas atau epidermis dan merangsang pertumbuhan kulit baru.

Dengan rusaknya jaringan kulit atas, lanjut dr Cristopher, jaringan baru akan tumbuh dan lebih mudah untuk tahap perawatan selanjutnya.

"Laser karbon ini ditembakkan ke kulit epidermis. Kulit yang kurang bagus dan kusam akan rusak dan membentuk kulit baru yang lebih sehat," urainya.

Laser karbon ini bisa diperuntukkan bagi berbagia jenis kulit. Namun, kulit yang sedang berjerawat dan iritasi tidak dianjurkan melakukan perawatan.

(TRIBUNNEWSWIKI/Luthfi Husnika)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved