Bukalapak Catatkan Pertumbuhan Hingga Hampir Mencapai 400 Persen

Bukalapak Catatkan Pertumbuhan Hingga Hampir Mencapai 400 Persen. Simak Penjelasannya!

ISTIMEWA
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin (tengah) didampingi oleh Influencer Andovi dan Jovial Da Lopez, menyerahkan hadiah secara virtual kepada para pemilik dan pelanggan warung yang telah aktif menggunakan fitur Kirim Uang dan Tabungan Emas dalam program Warung Termurah, Terlengkap, Teruntung (6/7). Hadiah utama berupa mobil, motor dan smartphone ini diberikan kepada para pemenang yang telah bertransaksi selama periode Maret-Juni 2020. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Bukalapak mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam dua tahun terakhir, yakni mencapai 400 persen.

Pertumbuhan Total Processing Value (TPV) Bukalapak secara signifikan dari kuartal I 2018 hingga kuartal II 2020, sebanyak hampir 400 persen.

Capaian ini didominasi oleh transaksi yang berasal dari kota-kota di luar tier 1 dan pertumbuhan market share yang tetap stabil walau di masa pandemi.

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, pengguna Bukalapak berasal dari berbagai latar belakang ekonomi dan tidak hanya dari kota-kota besar.

"Mereka menunjukkan keberhasilan upaya perusahaan teknologi unicorn asal Indonesia ini dalam menciptakan dampak ekonomi yang menyeluruh," kata Rachmat.

Menurutnya, parapengguna Bukalapak ini juga menciptakan pola perilaku di masyarakat yang memanfaatkan keberadaan marketplace dan teknologi sebagai bagian dari aktivitas ekonomi.

Dari sisi pengembangan UMKM, lanjut Rachmat, kenaikan juga terjadi pada jumlah pelaku UMKM yg bergabung menjadi Pelapak dan Mitra Bukalapak, yakni mencapai lebih dari 3 juta di 7 bulan pertama tahun ini," paparnya.

Kewirausahaan Jadi Bidang Paling Diminati Pengguna Kartu Prakerja di Bukalapak

“Kami mengoptimalkan platform kami untuk menerobos kesenjangan ekonomi, infrastruktur, dan mendukung inklusi keuangan. Kami ingin menciptakan dampak di masyarakat dengan terus mengembangkan ekosistem digital yang berbasis keadilan ekonomi bagi semua," ujarnya.

Rachmat berharap, melalui performa dan capaian bisnis yang sehat, Bukalapak menargetkan menciptakan bisnis
yang berkelanjutan dengan peningkatan EBITDA dan burn rate yang semakin rendah.

Hal ini dibuktikan dengan capaian yang menghasilkan kenaikan dalam monetisasi. Sampai pertengahan 2020, Bukalapak berhasil meningkatkan EBITDA hingga lebih dari 60 persen.

Rachmat menambahkan, pihaknya mengembangkan inovasi untuk dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM Indonesia.

"Terutama dalam meningkatkan kapasitas bisnis dengan dukungan infrastruktur teknologi Bukalapak yang mencakup dukungan logistik, metode pembayaran, pinjaman modal, fitur investasi, produk virtual hingga pelatihan dan pemberdayaan bagi pelapak dan variasi layanan barang dan jasa bagi pengguna,” pungkasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Luthfi Husnika)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved