Bukalapak Unggulkan Produk Virtual untuk Mendukung Inklusi Keuangan

Dalam setahun terakhir, jumlah warung dan individual yang menjadi Mitra Bukalapak bertumbuh hingga tiga kali lipat.

Penulis: melia luthfi.husnika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
Istimewa
Salah satu pelapak Bukalapak. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Dalam setahun terakhir, jumlah warung dan individual yang menjadi Mitra Bukalapak bertumbuh hingga tiga kali lipat.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin. Ia mengatakan, fenomena itu didasari oleh perluasan distribusi.

"Didukung oleh perluasan cakupan distribusi stok grosir ke lebih dari 50 kota di Indonesia yang bekerjasama dengan distributor nasional dan lokal, demi memastikan ketersediaan barang bagi para Mitra," kata Rachmat.

Ia menuturkan, Bukalapak akan terus menambahkan berbagai produk digital untuk dapat dijual oleh para Mitra Bukalapak.

"Sehingga bisa terus menambahkan sumber pendapatan bagi Mitra Bukalapak, seperti layanan transfer uang, investasi emas, berbagai pembayaran tagihan seperti listrik, PDAM, dan lain-lain," ujarnya.

Menurut Rachmat, pihaknya baru saja meluncurkan fasilitas pembayaran berbasis kredit yang dinamakan Bayar Tempo.

Bukalapak Catatkan Pertumbuhan Hingga Hampir Mencapai 400 Persen

Dengan menggunakan fitur ini, mitra dapat berbelanja produk grosir maupun virtual di aplikasi Mitra Bukalapak dan membayar pembelian tersebut pada tanggal jatuh tempo di akhir bulan.

Selain itu, di tahun 2020 ini, Bukalapak juga secara aktif memberdayakan Mitra Bukalapak dengan meluncurkan produk-produk inklusi keuangan seperti Kirim Uang, Tabungan Emas, QRIS, dan pengisian e-money yang sangat membantu meningkatkan pendapatan mitra terutama di masa pandemi.

Menanggapi tingginya kebutuhan pokok selama pandemi, Bukalapak juga memperluas jangkauan Bukamart ke 90 kota di seluruh Indonesia dan menggandeng toko-toko offline untuk bergabung dan mempermudah akses bagi pengguna dalam membeli kebutuhan.

Sementara itu, selama masa pandemi, pertumbuhan rata-rata produk virtual di Bukalapak mencapai lebih dari 60 persen dibandingkan sebelum masa pandemi.

"Kenaikan ini berfokus pada produk-produk seperti pulsa dan paket data, pembayaran tagihan, streaming voucher, voucher belajar untuk kursus online, dan pembelian gift card.

Sedangkan dalam hal inovasi pembayaran, transaksi di warung Mitra Bukalapak yang menggunakan metode pembayaran QRIS naik lebih dari 50 persen.

3 Indonesia Berikan Kuota Internet 30 GB untuk 4.000 Sekolah Lebih

Bisnis Bukalapak lain, yakni BukaPengadaan yang diluncurkan sejak tahun 2017 sebagai salah satu core business Bukalapak untuk mendukung UMKM saat ini juga berada di pasar permintaan yang lebih besar.

"Tercatat pertumbuhan yang menggembirakan dengan pertumbuhan jumlah buyer sebesar lebih dari 48 persen dan lebih dari 32 persen seller sejak Januari hingga Agustus 2020," papar Rachmat.

Pertumbuhan tersebut, lanjut Rachmat, selain alat-alat industrial maintenance, repair dan operation (MRO) dalam pola kenormalan baru seperti masker, desinfektan, APD, rapid test, kebutuhan voucher listrik, pulsa, dan voucher belanja, smartphone dan laptop, serta pendukung gaya hidup seperti sepeda dan alat-alat kesehatan menjadi daftar kebutuhan teratas korporasi atau pemerintah yang dipenuhi oleh para pelaku UMKM.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved