Terinspirasi Perjalanan Seorang Perempuan, Prima Yurie Luncurkan Buku Foto Bertajuk 'Larung'

Terinspirasi Perjalanan Seorang Perempuan, Prima Yurie Luncurkan Buku Foto Bertajuk 'Larung'

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Terinspirasi Perjalanan Seorang Perempuan, Prima Yurie Luncurkan Buku Foto Bertajuk 'Larung' 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Seorang fotografer kawakan asal Surabaya, Prima Yurie, meluncurkan sebuah buku foto bertema perempuan.

Buku foto yang ia beri nama 'Larung' ini merupakan seri buku foto keempatnya. Semua koleksi buku fotonya merupakan cerita hidup seseorang yang digambarkan melalui kumpulan foto.

Dalam karya keempatnya ini, Prima Yurie ingin menyampaikan sebuah pesan terkait 'Larung' dan perempuan.

"Nama Larung saya ambil dari kebiasaan atau adat yang sering dilakukan masyarakat terutama di Jawa. Yakni melarung atau menghanyutkan sesuatu," kata Prima Yurie saat ditemui di acara pameran foto bertema'perempuan'.

Larung yang ia maksud dalam bukunya adalah upaya menghilangkan hal-hal yang tidak baik dan sering menjadi beban.

"Melarung atau membuang semua hal yang menjadi beban. Hal yang tidak baik dan membuat kita terpaksa melakukannya juga sebaiknya dilepaskan," ujarnya.

Berkaitan dengan nama Larung, buku foto karya Prima Yurie ini juga mengisahkan perjalanan hidup perempuan.

Prima Yurie meluncurkan buku foto 'Larung' karena melihat lingkungan sekitarnya. Ia menilai perempuan terutama di Indonesia sering terikat stigma masyarakat.

Persos Hwa Ind Salurkan 12 Ribu Air Mineral untuk Tempat Isolasi Covid-19 lewat Pemkot Surabaya

"Contoh umumnya soal tolak ukur cantik. Masih banyak perempuan yang merasa bahwa standard cantik yang harus dipenuhi adalah berkulit putih dan berbadan langsing," Prima Yurie menjelaskan.

Padahal, menurut Prima Yurie, setiap perempuan itu cantik. Ia ingin menyampaikan pesan tersebut pada setiap perempuan.

"Setiap perempuan itu cantik dan akan selalu cantik. Cantik itu pasti perempuan," ujarnya.

Selain stigma soal standard kecantikan, Prima Yurie mengatakan, perempuan Indonesia juga sering direpotkan dengan banyak tuntutan.

Prima Yurie mengibaratkan, perempuan banyak menjadi 'tempat sampah' untuk lingkungan sekitarnya.

"Perempuan kita sering jadi tempat untuk menumpahkan segalanya. Mereka harus mendengarkan amarah suami, tangisan anak, hingga tuntutan mertua dan lingkungannya. Ini sangat melelahkan bagi mereka," papar Prima Yurie.

"Kalau capek bilang. Kalau lelah berhenti. Semua hal yang menjadi beban boleh dilepaskan. Perempuan boleh dan harus bebas dari tuntutan-tuntutan itu," imbuhnya.

Habitat for Humanity Inisiasi Kegiatan Bergerak untuk Bangkitkan Energi dan Gerakkan Kebaikan

Prima Yurie menuturkan, dalam pembuatan buku foto ini, ia menghabiskan waktu cukup lama. Karena harus menyelami kisah demi kisah supaya mendapat feel.

Buku foto 'Larung' yang dibuatnya ini berawal dari konsep sederhana tentang seorang perempuan kenalannya bernama Veni Laksono.

Dari konsep sederhana mengenai cerita hidup Veni dan melihat kehidupan perempuan di sekitarnya, Prima Yurie kemudian membuat narasi pendek sebagai langkah awal membuat buku foto.

"Prosesnya panjang. Brian storming dulu untuk menyampaikan konsep dan menyamakan visi. Kemudian baru ke proses fotografi dengan model," ungkapnya.

Melalui buku foto ini, Prima Yurie berharap pesannya bisa tersampaikan pada para perempuan Indonesia.

"Jadilah selalu cantik tanpa memandang fisik," tandasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Luthfi Husnika)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved