Gelar Workshop saat Roadshow SFP 2020, IFC Ajari DIY Membuat Masker Batik Sesuai Standard

Gelar Workshop saat Roadshow SFP 2020, IFC Ajari DIY Membuat Masker Batik Sesuai Standard

TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA
Gelar Workshop saat Roadshow SFP 2020, IFC Ajari DIY Membuat Masker Batik Sesuai Standard 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Masker merupakan kebutuhan wajib bagi setiap orang selama masa pandemi.

Pemerintah juga telah memberlakukan ketentuan wajib bermasker di area publik dan saat keluar rumah.

Namun, masih ditemui beberapa jenis masker fashion yang tidak sesuai standard kesehatan pencegahan Covid-19.

"Meski menggunakan masker fashion, harus tetap sesuai dengan protokol kesehatan. Maskernya harus ada beberapa lapis supaya virus tidak bisa masuk," kata Alphiana Chandrajani, National Institusi Relations Indonesia Fashion Chamber (IFC).

Menurutnya, penggunaan masker yang senada dengan busana yang dikenakan akan menambah modis. Namun, jika masker tidak sesuai standard justru bisa membahayakan.

"Ya memang pakai masker yang match dengan baju akan jadi lebih bagus. Tapi perlu diperhatikan juga standardisasi masker itu," ujarnya saat ditemui di Food Society Pakuwon Mall Surabaya.

Surabaya Fashion Parade (SFP)

Adaptasi Era Pandemi, Surabaya Fashion Parade ke-13 Usung Konsep Viable dan Sustainable

Oleh karena itu, Alphiana bersama tim IFC memberikan tips membuat masker batik yang mengikuti tren fashion tapi tetap sesuai protokol kesehatan.

Untuk membuat masker batik, Alphiana menyarankan untuk menggunakan kain katun. Hal ini dilakukan supaya kain dapat menyerap keringat atau kelembaban.

"Jadi tidak menimbulkan masalah lain kalau pakai katun. Karena bisa menyerap kelembaban. Katun ini bahannya juga tebal jadi tidak tembus udara," kata Alphiana.

Ia mengatakan, dalam membuat masker batik perlu menambahkan beberapa layer. Lapisan luar menggunakan katun dan lapisan dalamnya poliester.

Poliester di sini, lanjut Alphiana, akan meningkatkan daya filter masker terhadap kotoran atau virus yang masuk.

"Biasanya saya tambah vislin. Supaya penyerapan makin bagus juga. Jadi kain katunnya saya kasih vislin dulu baru dijahit dengan poliester," papar Alphiana.

Ditemui saat acara Roadshow SFP 2020, Alphiana menuturkan, supaya masker batik yang dibuat memiliki nilai estetika, maka dibuatnya tidak boleh asal.

"Pertama menyiapkan dua kain katun yang sudah ditempel vislin. Dua katun itu disatukan dengan cara dijahit di bagusan tengah. Jadi maskernya bukan satu kain langsung berbentuk," Alphiana menjelaskan.

Kalau bahan utama sudah dijahit, lanjutnya, bahan poliester sebagai layer dalam juga dijahit seperti katun luar.

Penanaman Karakter Peserta Didik Lewat Budaya Literasi Berbasis Kearifan Lokal

Busana Ready to Wear Karya Riris Ghofir, Usung Tema Sweet Garden yang Penuh Warna

"Jadi poliesternya juga ada 2. Kanan dan kiri. Lalu dijahit di tengah. Setelah itu bisa disatukan dengan bahan utama tadi dan ditambah karet," kata Alphiana.

Fungsi jahitan di tengah masker dengan menggabungkan dua kain bagian kanan dan kiri tadi menurut Alphiana untuk memberi rongga bernafas.

"Kalau langsung kain berbentuk masker jadinya flat. Akan sulit bernapas," ujarnya.

Setelah masker jadi, bisa ditambahkan hiasan seperti payet atau hiasan lain yang menambah nilai estetika masker.

"Kalau mau ditambah payet atau bordir bisa. Tekniknya terserah, bisa hias dulu baru dibuat masker atau dihias ketika sudah jadi," pungkasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Luthfi Husnika)

Ikuti kami di
KOMENTAR
634 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved