Mengupas Pesan Moral dan Kritik Sosial Berbalut Nuansa Musik Rock Karya 9 Volt

Mengupas Pesan Moral dan Kritik Sosial Berbalut Nuansa Musik Rock Karya 9 Volt

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
9 Volt meluncurkan album perdananya. 9 Volt merupakan band rock asal Kota Surabaya yang didirikan pada tahun 2017. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Album perdana 9 Volt yang diluncurkan awal Oktober 2020, memuat pesan moral hingga kritik sosial.

Album rock yang digarap oleh 5 musisi rock dan metal asal Kota Surabaya ini sudah terjual lebih dari 2000 keping saat minggu pertama peluncurannya.

Menariknya, beberapa lagu rock yang diluncurkan dalam album ini mengandung pesan moral dan kritik sosial. Seperti lagu 13 Mei dan Sang Burung.

9 Volt merupakan band rock asal Kota Surabaya yang didirikan pada tahun 2017.
9 Volt merupakan band rock asal Kota Surabaya yang didirikan pada tahun 2017. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

"Lagu Sang Burung ini single kami paling hits. Paling banyak disukai pendengar," kata Ganyonk Farizi, Vokalis 9 Volt di acara konferensi pers peluncuran album perdana 9 Volt, Selasa (6/10/2020).

Ganyonk Farizi mengatakan, single Sang Burung ini mengandung pesan moral terkait prinsip hidup atau kepribadian seseorang.

"Lagu ini merupakan sindiran terhadap kesombongan. Terutama sikap tinggi hati dan merasa dirinya yang paling benar, paling tinggi," jelas Ganyonk.

Padahal menurutnya, sifat tersebut tidak seharusnya dimiliki oleh manusia biasa. Karena setiap manusia punya kekurangan masing-masing.

"Kami ibaratkan sebagai burung. Burung yang bisa terbang tinggi saja bisa jatuh. Apalagi kita yang manusia biasa tidak punya kemampuan istimewa," ujarnya.

Lagu lain yang mengandung pesan moral adalah single yang berjudul 13 Mei. Ganyonk menuturkan, single ini sebagai wujud 9 Volt mengenang peristiwa teroris di Surabaya.

Band Rock 9 Volt

Resmi Luncurkan Album Perdana, 9 Volt Ingin Hidupkan Kembali Musik Rock

"13 Mei ini merupakan peristiwa besar yang tidak bisa dilupakan warga Surabaya. Waktu itu bom yang diledakkan oleh kelompok teroris meninggalkan duka hingga sekarang," Ganyonk memaparkan.

Ganyonk bersama musisi 9 Volt kemudian mengabadikan momen tak terlupakan tersebut dalam balutan lagu rock modern.

"Lagu ini tidak cuma berkisah soal kenangan 13 Mei, tapi juga sebagai kritik kami terhadap teroris. Apapun alasannya, terorisme itu salah," ujarnya.

Selain lagu bermuatan pesan moral dan kritik sosial, 9 Volt juga mengcover lagu yang sudah pernah ada dengan aransemen baru.

Seperti lagu religi Ilir-ilir yang dikemas dalam balutan musik rock. "Kami ingin menyajikan musik yang berbeda. Ke depannya juga mau cover lagu daerah gundul-gundul pacul. Supaya ada variasi dan tetap menarik," pungkasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Luthfi Husnika)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved