Perawatan Pasien Kanker dengan Protokol Kesehatan di MedicElle Clinic Surabaya

Perawatan Pasien Kanker dengan Protokol Kesehatan di MedicElle Clinic Surabaya

TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA
dr Sahar Bawazeer saat menunjukkan breast cancer di MedicElle Clinic Surabaya 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Pasien kanker membutuhkan perhatian dan perawatan khusus yang berkesinambungan.

Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak orang was-was pergi ke rumah sakit karena takut tertular virus.

Namun, pengobatan pasien kanker tidak boleh ditunda lebih lama lagi.

"Sebelumnya di permulaan pandemi, pemeriksaan awal pasien kanker ditunda selama tiga bulan. Tapi sekarang tentu sudah tidak bisa demikian. Karena pandemi juga belum sepenuhnya hilang. Jadi harus ada penyesuaian," kata dr Sahar Bawazeer, Sp.B saat ditemui di MedicElle Clinic Surabaya.

Penyesuaian tersebut, ia melanjutkan, berupa protokol kesehatan yang harus dipatuhi selama melakukan pemeriksaan maupun treatment.

"Selama pasien dan tenaga medis menjalankan sesuai protokol, akan lebih aman. Ditambah lagi MedicElle Clinic Surabaya juga rutin melakukan sterilisasi klinik," jelas dr Sahar.

dr Sahar menuturkan, pasien kanker, terutama breast cancer atau kanker payudara harus melakukan perawatan secara bertahap.

"Kalau dulu awal dirunda tiga bulan untuk periksa awal masih bisa. Kalau sekarang sudah tidak bisa lagi. Setelah tiga bulan, sel kanker akan beranak pinak jika tidak ditangani," ujarnya.

Baca juga: MedicElle Clinic Surabaya

"Misal kanker payudara, dulu awalnya benjolan kecil. Setelah 3-4 bulan benjolannya akan membesar dan dikhawatirkan akan menyebar ke daerah lain," imbuh dr Sahar.

Meski demikian, dr Sahar mengatakan ada hal yang harus diperhatikan oleh pasien maupun dokter terkait imunitas tubuh pasien.

Menurut dr Sahar, pasien kanker memiliki imunitas yang cenderung menurun. Hal ini membuatnya rentan.

"Karena imunitas tubuh rendah, pasien kanker tidak diperbolehkan lama-lama menginap di rumah sakit. Oleh karena itu, tindakan rekonstruksi untuk kanker seperti kanker payudara belum diperbolehkan di masa pandemi," papar dr Sahar.

Baca juga: Soroti Isu Kesehatan Mental, TikTok Kampanyekan #MoveForMentalHealth

Dalam treatment kanker sendiri, pasien tidak bisa langsung melakukan pembedahan. Terutama, bagi pasien stadium lanjut atau kanker yang sudah menyebar.

"Harus dikemoterapi dulu kalau sudah stadium lanjut. Khawatirnya, sel kanker sudah menyebar di area lain," katanya.

dr Sahar Bawazeer berharap, pasien kanker tetap melakukan perawatan meski tengah pandemi. Asalkan mematuhi protokol.

"Perawatan pasien kanker harus tetap berjalan. Karena semakin bertambah waktu, stadium juga akan bertambah," pungkasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Luthfi Husnika)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved