Desainer Titin Sudarsa Kembali Luncurkan Koleksi Bertema Khas Nusantara, 'Ancak' dari Tenun Lamongan

Desainer Titin Sudarsa Kembali Luncurkan Koleksi Bertema Khas Nusantara, 'Ancak' dari Tenun Lamongan

ISTIMEWA
Desainer Titin Sudarsa Kembali Luncurkan Koleksi Bertema Khas Nusantara, 'Ancak' dari Tenun Lamongan 

TRIBUNNEWSWIKI, SURABAYA - Mengusung tema wawasan Nusantara, Titin Sudarsa kembali meluncurkan busana bergaya etnik yang menawan.

Busananya kali ini merupakan koleksi yang ia beri nama 'Ancak'. Berisi enam busana terbaru, koleksi Ancak memadukan tenun ancak khas Lamongan.

Desainer perempuan berusia 56 tahun ini mengaku, koleksi Ancak miliknya terinspirasi dari pemberdayaan perempuan.

"Koleksi ini saya beri tema 'Kebangkitan Tenun Ancak' di mana saya terinspriasi dari pemberdayaan perempuan melalui kerajinan tangan," kata Titin Sudarsa.

Motif ancak memiliki filosofi yang mendalam yakni berupa jajaran gunung yang menyatu. Dapat diartikan sebagai simbol kekuatan karena persatuan.

Dengan konsep ready to wear deluxe, Titin menawarkan styling urban dinamis padupadan ancak, lurik, serta katun, linen, dan satin.

Baca juga: Desainer Stephanie Zhang Komitmen Putus Mata Rantai Covid-19 dengan Luncurkan APD

Busananya bersiluet trapesium dengan detail yang mengkilap dan garis lengkung yang berpadu.

"Potongannya syar'i sehingga tidak memperlihatkan lekuk tubuh. Dalam satu look, setidaknya ada dua sampai tiga item, tidak termasuk jilbab," Titin menerangkan.

Padu-padannya seperti dress panjang dengan outer, tenun dan kulot yang dengan outer, dan sebagainya.

"Saya sendiri banyak menghadirkan outer. Saya lihat, orang pakai outer bisa kelihatan lebih dinamis dan elegan. Dipakai milenial juga chic dan trendi," katanya.

Untuk kain ancak, Titin langsung mengambil dari pengrajin di Lamongan. Menurutnya, tenunnya memiliki karakteristik yang unik dan berbeda namun belum banyak diketahui masyarakat luas.

"Jadi saya coba mengangkat tenun ini. Saya lihat harganya juga ada yang cukup terjangkau," tambah Titin.

Baca juga: Hari Pahlawan, Desainer Elizabeth Njo Luncurkan APD Kamuflase bertajuk Perjuangan Masa Kini

Dari segi warna, ia mengaku sedang bereksplorasi. Sebelumnya Titin suka bermain warna indigo, berbeda dengan yang ditawarkan oleh tenun ancak.

"Warnanya sangat variatif, ada merah, biru, kuning, dan sebagainya. Warna-warnanya cerah dan cantik saat dipadukan," Titin mengungkapkan.

Bahkan, beberapa kain memunculkan warna gold yang memberi kesan anggun dan mewah.

Sementara untuk luriknya, Titin banyak bermain dengan motif sulur dengan warna silver, hitam, biru, dan ungu.

"Bajunya bisa dipakai ibu-ibu muda usia 30 tahun, sampai usia 60 tahun kita masih bisa," ungkap Titin.

Menurutnya, menggunakan produk lokal dengan material warisan Nusantara bukan merupakan hal yang kuno. Malah bisa menjadi tren yang tidak lekang oleh waktu.

"Material wastra bisa bagus, tergantung bagaimana kreativitas kita. Bisa bersaing dengan bahan-bahan yang lain. Sekarang juga banyak anak-anak muda yang mulai minat ke wastra," tandasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved