Kawasan Pecinan Surabaya Utara Jadi Jujugan Para Traveler dan Wisatawan

Kawasan Pecinan Surabaya Utara Jadi Jujugan Para Traveler dan Wisatawan.

ISTIMEWA
Kawasan Pecinan Surabaya Utara Jadi Jujugan Para Traveler dan Wisatawan 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Beragam kebudayaanyang turun temurun banyak dan tumbuh subur di Surabaya. 

Salah satunya adalah kawasan bersejarah Kapasan Dalam di Surabaya Utara.

Dikawasan Kapasan Dalam ini banyak bangunan maupun budaya dalam masyarakatnya. 

Tak hwran karena kawasan Surabaya Utara dulu menjadi tempat kedatangan orang asing karena terdapat pelabuhan, sekaligus ajang pertempuran arek Suroboyo melawan penjajah.

Di kawasan tersebut dulunya terbagi menjadi Kampung Eropa, Kampung Pecinan dan Kampung Arab. 

Walau kampung Eropa sudah tidak ada lagi, namun deretan bangunannya masih berdiri kokoh.

Tinggalah kampung Arab dan Pecinan yang hingga kini masih bisa disaksikan denhan kebudayaan yang masih terpelihara.

Kampung Kapasan Dalam terletak di kawasan Pecinan, tepatnya di belakang Kelenteng Boen Bio menyimpaan banyak sejarah masa lalu warga Tionghoa.

Untuk melestarikan kebudayaan di Kampung Pecinan itu, Kampung Kapasan Dalam diresmikan sebagai Wisata Kampung Pecinan oleh Pemkot Surabaya.

Achmad Agung Nurawan Sekretaris Disbudpar Surabaya pada Selasa, 10 November 2020. Dengan disaksikan seluruh warga, Forpimda, perwakilan Pelindo III, dan para tokoh Tionghoa.

Ketua RW Djaja Soetjianto mengatakan Wisata Kampung Pecinan dibangun dengan pertimbangan sejarah lama yang ada di kawasan tersebut.

Baca juga: Pesan Perjuangan untuk Para Musisi Hip Hop Tanah Air di Gelaran Sonjah Virtual Live Concert 2020

“Kampung ini dikenal sebagai pemukiman masyarakat Tionghoa. Disini terdapat peninggalan sejarah seperti Balai RW tempo dulu, Kelenteng Boen Bio, rumah khas warga dan benda peninggalan kuno,” ujarnya.

 Wisata Kampung Pecinan akan dikembangan secara bertahap, tidak hanya mural khas Tionghoa tapi juga memperbanyak ornamen dan gapura, sambung Djaja. Selain itu akan didirikan Museum Kungfu yang saat ini telah terkumpul 30 benda bersejarah.

“Museum Kungfu didirikan karena dulunya kampung ini tempat para guru kungfu berjuang,” imbuh Djaja yang berharap keberadaan Wisata Kampung Pecinan dapat meningkatkan ekonomi warga juga mendapat bantuan pemerintah untuk pengembangannya.

“Wisata Kampung Pecinan Kapasan Dalam yang akan berkembang ini menambah daftar destinasi wisata Kota Surabaya,” terang Achmad Agung Nurawan Sekretaris Disbudpar Surabaya, Jumat (20/11/2020).

Di kawasan ini nantinya akan dibentuk pengurus seperti Kampung Lawas Maspati.

Baca juga: Bluebird Group Raih Penghargaan UN Women dalam Promosikan Kesetaraan Gender di Tempat Kerja

‘'Saya juga berharap nantinya wisatawan yang datang mendapatkan satu paket wisata di Kampung Pecinan yakni melihat bangunannya, kebudayaan, kuliner, dan bahasa Mandarin,” terangnya.

Kalau bisa seluruh gang bersatu menjadi satu paket wisata. Seluruh rumah menjadi obyek wisata. Sehingga Wisata Kampung Pecinan hanya ada disini tidak ditemui ditempat lain.

Ia berharap wisata baru tersebut mendorong ekonomi masyarakat dan perlunya swadaya masyarakat bersama swasta juga pemerintah membangun sarana dan prasarana penunjang wisata kampung pecinan.

Liem Ou Yen Ketua Koordinator Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya dengan dibukanya Wisata Kampung Pecinan Kapasan Dalam akan banyak wisatawan yang datang berkunjung melihat dari dekat budaya masyarakat Tionghoa. 

Selain pemotongan tumpeng, acara malam itu dimeriahkan barongsai dan bazar makanan.

Warga pun menyambut suka cita dengan dibukanya Wisata Kampung Pecinan yang penuh dengan mural menggambarkan rumah nuansa Tionghoa.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved