Gabungan Botani dan Seni Keramik, Hasilkan Karya Seni yang Menakjubkan

Gabungan antara seni Botani dan Seni Keramik, Hasilkan Karya Seni yang Menakjubkan

ISTIMEWA
Gabungan antara seni Botani dan Seni Keramik, Hasilkan Karya Seni yang Menakjubkan 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Seni botani banyak digemari pecinta tumbuhan di Indonesia. 

Selain memperhatikan visual tanaman, tak jarang botani juga memadukan keserasian dengan pot.

Penggabungan antara seni botani dengan seni keramik sebagai bahan pot akan menghasilkan karya seni yang indah.

Memperkenalkan penggabungan antara seni botani dan kreasi keramik, Specimenwerk berkolaborasi dengan seniman keramik Panji Wisesa menggelar Pameran Inhabitat: Panji Wisesa.

"Di Indonesia, umumnya seni botani hanya dipandang sebagai kajian visual sederhana tanpa menyadari bahwa ada nilai estetika pada tumbuhan tersebut," ungkap Danies Se dari Specimenwerk, Rabu (25/11/2020).

Penggabungan seni keramik dan botani akan menghasilkan satu karya seni yang utuh, indah, serta meningkatkan nilai karya tersebut.

Baca juga: Hati-hati! Status Gunung Semeru Kini Waspada Level 2, Aman untuk Pendakian?

"Pameran ini digelar dengan ide dasar untuk menggabungkan seni botani dan seni keramik. Kami ingin memperlihatkan seniman memaknai habitat diri dalam merespon dan merasakan pengalaman bersinergi dengan alam serta tumbuhan," terangnya.

Kali ini, seniman keramik Panji Wisesa membawa setidaknya 70 pot teramik dari delapan seri miliknya.

Salah satunya seri galaxy yang terinspirasi dari debu ruang angkasa dengan warna serupa cahaya luar angkasa yang berkilauan. Seri ini dibuat dengan teknik raku tradisional.

Panji Wisesa
Panji Wisesa (ISTIMEWA)

Ada juga seri sparta terinspirasi dari kylix Yunani Kuno. Bentuknya menyerupai cangkir minum yang digunakan masa lalu kemudian ditransformasikan oleh Panji menjadi wadah tanaman yang futuristik.

Ada juga seri rot dengan detail tengkorak manusia, seri nebula yang terinspirasi dari nebula, dan masih banyak lagi.

"Menurut saya, benda mati yang cantik akan memiliki nilai lebih saat digabungkan dengan benda hidup," kata Panji.

Soal karya, ia mengaku memang ada kecenderungan gaya yang berkaitan dengan sains, juga penggabungan antara tradisi dan futuristik.

Baca juga: Salurkan Kaki Palsu pada Penyandang Tunadaksa, LCS Shining Ingin Bangkitkan Semangat Anak Bangsa

Tidak hanya ragam pot keramik yang artistik, pengunjung juga dapat menemukan aneka kaktus dan sukulen unik dan bernilai tinggi.

"Di sini ada ratusan kaktus dan sukulen, kebanyakan berasal dari Afrika dan Amerika. Kaktus dan sukulen akan semakin unik jika langka baik dari bentuk maupun warna," terang ketua Komunitas Cactus and Succulent Society Indonesia (CSSI), Sugita Wijaya.

Seperti adenia globsa, salah satu spesies tumbuhan berbunga dari keluarga bunga passionflower, passifloraceae. 

Ada juga operculicarya pachypus yang merupakan tumbuhan sukulen Madagaskar yang tingginya hanya mencapai 1,2 meter.

"Semua tanaman bisa dipadukan dengan keramik, tergantung keahlian dalam memasangkannya. Kalau tanaman pendek, tidak cocok dengan pot yang tinggi," katanya.

Melalui Pameran Inhabitat: Panji Wasesa, Manager Representative Milieu Christie Erin berharap dapat mendukung para pelaku kreatif dalam berkarya.

"Kami berharap industri kreatif bisa terus berkembang. Kami sangat bersyukur dengan adanya pameran ini. Pameran Inhabitat juga menjadi pameran pertama sejak pandemi," pungkasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved