Melihat Jejak Kejayaan Kerajaan Majapahit di Kabupaten Sidoarjo Lewat Penemuan Candi-candi

Melihat Jejak Kejayaan Kerajaan Majapahit di Kabupaten Sidoarjo Lewat Penemuan Candi-candi

ISTIMEWA
Melihat Jejak Kejayaan Kerajaan Majapahit di Kabupaten Sidoarjo Lewat Penemuan Candi-candi 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan besar di Nusantara.

Kejayaannya menjadi bukti sejarah kekuatan Nusantara kala itu.

Di Kabupaten Sidoarjo memiliki sejumlah candi peninggalan dari Kerajaan Majapahit. Hingga kini bangunan candi itu masih terawat tapi sebagian ada yang tidak terawat.

Dari sekian banyak candi yang ada ada 4 candi yang masih terlihat bentuknya secara utuh dan masih sering dikunjungi wisatawan sekedar tahu dan berswa foto di sekitar candi.

Candi Pari

Ada di Kecamatan Porong, terletak sekitar 2 km ke arah barat laut dari pusat Lumpur Lapindo. Tepatnya terletak di Desa Candi Pari, kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Candi ini merupakan candi dengan bangunan persegi dari batu bata, yang menghadap ke barat dengan ambang batas dan gerbang dibuat oleh batu alam andesit.

Dulunya, di atas gerbang candi terdapat batu dengan angka tahun 1293 Saka atau 1371 Masehi. Candi Pari adalah candi peninggalan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk di tahun 1350-1389.

Baca juga: Ini Rute Perjalanan Menuju Situs Candi Ngetos Jika Gunakan Moda Transportasi Umum

Namun pada kenyataannya, candi ini dibangun sekitar tahun 1371. Dengan melihat rupa candi, bisa didapati gambaran tentang bagaimana kompleksitas masalah ekonomi, aspek politik, budaya, dan sosial pada waktu itu.

Gaya arsitektur candi Pari dipengaruhi oleh budaya Campa, atau Vietnam sekarang, terutama candi di Mison. Pengaruh ini terlihat pada bangunan dan ornamennya, namun Candi Pari masih menunjukkan karakter Indonesia.

Menurut sejarahnya, candi ini dibangun untuk menghormati hilangnya Joko Pandelegan.

Candi Pari memiliki latar belakang agama Hindu. Candi Pari dibangun menghadap ke barat dengan panjang 13,55 m, lebar 13,40 m, tinggi 13,80 m, dan terbuat dari batu bata, sementara ruang atas dan bawah dari pintu masuk candi menggunakan agregat.

Dalam arsitektur, Candi Pari memiliki perbedaan dengan candi-candi lain di Jawa Timur.

Perbedaan ini muncul dalam bentuk fisik Candi Pari yang sebagian besar dilembungkan dan tampak kokoh seperti candi di Jawa Tengah. Sedangkan candi di Jawa Timur, sebagian besar dalam bentuk ramping. Selain itu, perbedaan muncul dalam bentuk kaki, tubuh dan ornamen candi

Candi Sumur

Tak jauh dari Candi Pari ada bangunan bersejarah lagi yakni Candi Sumur. Letaknya sekitar 100 m di sebelah barat Candi Pari.

Saat ini candi ini dalam keadaan rusak, sisa-sisa bangunan yang ada hanya berupa dinding, yang terletak di sisi timur dan selatan, di sepanjang lantai dan fondasi bangunan.

Candi ini terbuat dari bata merah. Didirikan pada saat yang sama dengan Candi Pari dan keduanya termasuk peninggalan cagar budaya Sidoarjo. Candi Sumur atau Pari telah ditemukan pada 16 Oktober 1906.

Baca juga: Candi Ngetos, Situs Bersejarah di Kabupaten Nganjuk yang Sepi Pengunjung

Berbeda dengan Candi Pari yang memiliki ukuran jauh lebih besar dan telah berhasil direnovasi ulang, Candi Sumur tidak begitu. Candi ini memiliki ukuran lebih kecil, sekitar setengah dari Candi Pari dan baru berhasil direnovasi hanya setengah dari bagian candi.

Candi ini berbentuk persegi dengan ukuran 8 mx 8 m dan 10 m dan menghadap ke Barat. Arsitektur vertikal terdiri dari tubuh, kaki dan atap yang tidak sepenuhnya utuh.

Candi Dermo

Peninggalan Kerajaan Majaphit lainnya di Sidoarjo adalah Candi Dermo. Candi ini terletak di Dusun Candi Santren, Desa Candi Negoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

Sebenarnya Candi Dermo ini adalah gapura atau pintu gerbang, yaitu gapura ke bangunan suci. Dulu, di sebelah timur candi terdapat bangunan induk yang ukurannya lebih besar.

Namun, seiring berjalannya waktu, bangunan itu sudah pupus. Candi Dermo mengalami cukup banyak perbaikan dan saat ini dalam tahap pemugaran.

Banyak bagian candi yang rapuh. Runtuhan puing itu menyebabkan candi mulai tak terbentuk. Meskipun begitu, masih ada relief di kanan dan kiri yang masih utuh

Candi bercorak Hindu itu dibangun pada 1353 di bawah kepemimpinan Adipati Terung yang makamnya sekarang berada di utara Masjid Trowulan.

Candi Pamotan

Candi Pamotan juga salah satu candi peninggalan Kerajaan Majapahit di Sidoarjo. Terletak di Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Letaknya tepat ditengah-tengah pemukiman warga, diujung Desa Pamotan

Ada dua candi di desa ini, warga setempat memberikan nama Candi Pamotan 2. Warga bisa menyebut dengan Candi Keramat, Candi ini ditemukan lebih dulu sebelum Candi Pamotan.

Awal ditemukannya candi ini sebuah gundukan tanah di atasnya semak belukar yang tidak terawat. Kedua Candi tersebut adalah peninggalan kerajaan Majapahit.

Ikuti kami di
KOMENTAR
769 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved