Inovasi Layanan Covid-19, National Hospital Segera Jalankan Saliva Based Testing

Inovasi Layanan Covid-19, National Hospital Segera Jalankan Saliva Based Testing

ISTIMEWA
Inovasi Layanan Covid-19, National Hospital Segera Jalankan Saliva Based Testing 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Guna mendeteksi penyebaran pandemi Covid-19, berbagai pemeriksaan seperti PCR mulai digunakan di berbagai negara seperti Jepang dan Singapura.

Dalam waktu dekat, Indonesia segera menyusul penggunaan teknologi canggih pendeteksi virus corona.

Rumah sakit yang menerapkan hal tersebut adalah National Hospital Surabaya yang akan membuka layanan tersebut pada awal tahun 2021 nanti.

Seperti yang dikatakan oleh CEO National Hospital, Adj. Prof. Hananiel Prakasya Widjaya. 

"Saat ini kami sedang menunggu registrasi dari Kementrian Kesehatan Indonesia. Semoga Januari 2021 sudah bisa berfungsi dan mempercepat screening Covid-19," katanya, Sabtu (12/12/2020).

Prof Hananiel menjelaskan, PCR tes berbasis air liur atau Saliva Based Testing ini merupakan pemeriksaan dengan sampel air liur, tentunya hal ini akan memudahkan masyarakat karena tanpa rasa sakit.

"Pemeriksaannya hanya akan membutuhkan air liur sebayak 0,1 liter yang ditampung dalam tabung dan hasilnya akan muncul setelah 6 jam pemeriksaan, lebih cepat dari pemeriksaan PCR biasa," ujarnya ditemui pada acara Hari Jadi National Hospital ke-8, Sabtu, 12 Desember 2020.

Menurut Prof Hananiel hasilnya bisa lebih cepat. Karena, tes ini mengunakan reagen yang khusus dan mengunakan teknologi baru yang bisa mempercepat waktu extraksi.

"Dalam Saliva Based Testing ada proses yang dilakukan dengan turbo extraksi yang membutuhkan waktu 30 menit. Proses ini, yang mempercepat proses extrasi," jelasnya.

Menurutnya, hasil dari Saliva Based Testing ini juga lebih sensitif dari pemeriksaan PCR biasa. Virus yang sudah akut dan tanpa gejala akan terlihat dalam pemeriksaan Saliva ini.

"Kami sudah uji coba dan hasilnya memang lebih sensitif. Selain itu, sudah banyak penelitian tentang hal ini," imbuhnya.

Untuk biaya, Prof Hananiel mengungkapkan, biayanya akan sama dengan tes PCR biasa yakni berkisar 900 ribu rupiah.

Nantinya bila pemeriksaan Saliva ini sudah dijalankan, perharinya dapat melakukan pemeriksaan pada 3000 orang.

Tak ada persyaratan khusus untuk melakukan Saliva Based Testing ini, hanya saja 30 menit sebelum pemeriksaan tidak boleh makan, minum dan merokok.

Kedepannya, Prof Hananiel pun akan bekerja sama dengan pihak transportasi umum untuk penerapkan pemeriksaan ini guna mempermudah masyarakat.

"Kedepannya kami akan kearah sana, kami akan bekerja sama dengan Angkasa Pura untuk menyediakan alat-alat tersebut," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
789 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved