Surabaya Fashion Festival 2020 Gelar Fashion Show di Atas Es Pertama Kali di Surabaya

Surabaya Fashion Festival 2020 Gelar Fashion Show di Atas Es Pertama Kali di Surabaya

SURYA/HABIBUR ROHMAN
Model memperagakan beberapa busana diatas hamparan es pada "Fashion Exploitation Ice" di Grand City Mall Surabaya, Sabtu (19/12/2020). Penyelenggaraan Surabaya Fashion Festival (SFF) oleh Next Managements ini melibatkan sekaligus menggairahkan industri kreatif dari Jawa Timur hingga Jakarta, sekaligus memberikan tawaran warga agar tidak travelling keluar kota selama pandemi. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Surabaya Fashion Festival 2020 merupakan event fashion show yang pertama kalinya digelar di atas seluncur es.

Surabaya Fashion Festival ini dilaksanakan di area Wonderland on Ice Grand City Mall Surabaya.

Di area seluas 40 meter x 8 meter tersebut, para model memeragakan busana para desainer kenamaan Jawa Timur.

Surabaya Fashion Festival ini berlangsung selama tiga hari yakni mulai Jumat (18/12/2020) sampai Minggu (20/12/2020) dan memamerkan karya dari 21 perancang busana dari seluruh Indonesia.

"Kami mengadakan acara ini tepat bulan Desember di mana sedang berlangsung event winter," ungkap penyelenggara acara dari Next Model Management Nunky Jayanti Putri, Sabtu (19/12/2020).

Setiap libur akhir tahun, Grand City Mall Surabaya selalu kehadiran wahana seluncur es. Oleh karena itu pihaknya mempunyai ide untuk menggabungkan wahana tersebut dengan fashion show.

"Terciptalah the first fashion runway on ice ini," imbuh Nunky.

Bekerja sama dengan Grand City Mall dan LT Pro, Surabaya Fashion Festival ini mengusung tema Fashion Exploitation.

Nunky mengutarakan, dalam gelaran ini semua desainer bisa mengeksploitasi segala hal, baik mulai dari batik, denim, katun, semua dijadikan karya seni.

Sebagian besar desainer memamerkan busana yang ready to wear, meningat busana tersebut mengalami kenaikan permintaan selama pandemi.

"Harapannya kami bisa meningkatkan kembali perindustrian ekonomi kreatif yang sempet tidur. Melalui gelaran seperti ini, kami berharap pelaku kreatif tidak putus asa dan membuat produk lagi," ungkapnya.

Kali ini, Kikana Rahman lewat label Double K menawarkan busana bertema Unique and Vintage dengan perpaduan barat dan tradisional.

"Vintage ala barat kami hadirkan lewat brokat berwarna putih. Dipadukan dengan batik yang kami ciptakan sendiri yakni Tato Ebhu," katanya.

Salah satu busana berupa setelan outer dengan detail kain yang bergelombang dan rok maxi yang ditarik sampai atas mata kaki.

"Saya ke sini membawa beberapa batik khas Sampang yang didesain lebih unik," tambah Kikana.

Sementara itu, desainer lainnya Imam Mustofa yang berkolaborasi dengan Viverdian Anggoro mengenalkan koleksi Halimiyah.

Koleksinya berupa busana muslim modern yang simple dengan warna yang everlasting seperti cokelat, hijau, dan hitam.

"Total ada 6 outfit yang kami buat dengan menggunakan Batik Catra yang diproduksi binaan rumah tahanan di Sumenep," katanya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved