Bayi Tabung

Berapa Lama Pasutri Harus Waspada Soal Kehadiran Buah Hati Pasca Menikah?

Pasangan suami istri atau Pasutri harus waspada ketika setelah satu tahun menikah belum dikaruniai momongan. Ini berlaku untuk ibu di bawah 35 tahun.

ISTIMEWA
dr Ali Mahmud SpOG (K) Fer, Klinisi Morula IVF Surabaya 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, SURABAYA - Kehadiran momongan merupakan dambaan setiap pasangan suami istri (Pasutri). Tanpa hadirnya buah hati, keluarga rasanya tak lengkap.

Dalam penantian buah hati tersebut, ada jangka waktu tertentu yang harus diwaspadai oleh para Pasutri, termasuk yang baru menikah.

Dikatakan oleh dr Ali Mahmud SpOG (K) Fer, Klinisi Morula IVF Surabaya bahwa setiap pasangan memiliki tenggat waktu berbeda dalam penantian buah hati setelah menikah.

"Jangka waktu penantian buah hati secara normal di mana Pasutri sah melakukan hubungan yang rutin, adalah selama satu tahun. Maksimal jangka waktu satu tahun harusnya sudah hamil," kata dr Ali Mahmud pada TribunJatim Wiki.

Namun, dr Ali Mahmud melanjutkan, penantian jangka waktu satu tahun tersebut dibatasi dengan usia ibu yakni di bawah 35 tahun.

Apabila usia ibu di atas 35 tahun, dr Ali Mahmud menyatakan jangka waktu menunggu yang lebih singkat.

"Dalam kondisi ibu lebih dari 35 tahun, menunggu untuk hamil secara alami bukan satu tahun, tapi hanya 6 bulan. Bila masih belum hamil harus segera diperiksakan," dr Ali menjelaskan.

Jangka waktu menunggu buah hati tersebut, lanjutnya, merupakan tenggat waktu untuk pasangan dengan kondisi fertilitas yang normal.

"Untuk pasangan dengan kondisi subfertilitas, langkah alami akan membuang waktu. Sebab, kemungkinan memperoleh momongan tanpa bantuan medis akan lebih sulit," terang dr Ali Mahmud.

"Subfertilitas ini kondisi di mana pasangan suami istri masih punya potensi memiliki keturunan, namun lebih kecil dibandingkan pasangan rata-rata," imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, dr Ali Mahmud menyarankan setiap pasangan suami istri melakukan pemeriksaan fertilitas. 

Supaya diketahui apakah pasangan tersebut bisa memiliki momongan secara alami atau butuh bantuan medis seperti bayi tabung.

"Pasutri yang baru menikah tanpa menunggu lama juga dianjurkan untuk periksa. Karena masih banyak yang enggan untuk periksa padahal sudah sekian tahun belum memiliki momongan," katanya.

Padahal, menurut dr Ali, semakin bertambah usia akan mempengaruhi keberhasilan seseorang untuk hamil.

"Keberhasilan wanita untuk hamil sangat bergantung pada usia ibu. Ibu berusia di atas 40 tahun tingkat keberhasilannya juga semakin rendah. Tapi bukan tidak mungkin," tandasnya.

Tribun Jatim Wiki / Luthfi Husnika

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved