Vaksin Covid

Apa yang Terjadi Jika Penyintas Covid-19 Disuntikkan Vaksin Sinovac?

Penyintas Covid-19 tidak boleh disuntik vaksin. Bagaimana jika terlanjur disuntik?

TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA
Vaksin Sinovac 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Vaksin Sinovac mulai disuntikkan sebagai upaya vaksinasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Beberapa kalangan mulai dari pemerintahan, kepala daerah, tenaga kesehatan hingga influencer sudah mulai melakukan vaksinasi.

Namun, ada beberapa pihak yang masih belum boleh melakukan vaksinasi atau harus menunda pemberian Vaksin Sinovac, salah satunya penyintas Covid-19.

"Penyintas Covid-19 atau seseorang yang sudah pernah terkena Covid-19 tidak boleh divaksin. Hal ini sesuai peraturan yang dikeluarkan pemerintah," kata Adj. Prof. Hans Wijaya, CEO National Hospital Surabaya saat ditemui di sela proses vaksinasi.

Proses vaksinasi Covid-19 di National Hospital Surabaya, Jumat (15/1/2021). Proses vaksinasi Vaksin Sinovac ini dilakukan dalam dua sesi, sesi pertama pukul 08.00-11.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00-17.00 WIB.
Proses vaksinasi Covid-19 di National Hospital Surabaya, Jumat (15/1/2021). Proses vaksinasi Vaksin Sinovac ini dilakukan dalam dua sesi, sesi pertama pukul 08.00-11.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00-17.00 WIB. (TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA)

Prof Hans mengatakan, seseorang pernah terpapar Covid-19 secara alami akan memiliki antibodi di dalam tubuh mereka.

"Antibodi ini yang nantinya akan melindungi dari infeksi virus berikutnya. Setelah ia terpapar, dalam tubuh secara otomatis terbentuklah antibodi itu," ujarnya.

Vaksin yang disuntikkan, lanjut Prof Hans, juga berfungsi untuk membentuk antibodi dalam tubuh sehingga kebal terhadap virus. "Kalau antibodi sudah ada kan kenapa divaksin lagi," tambahnya.

Jika vaksinasi terlanjur dilakukan pada penyintas Covid-19 atau yang pernah terpapar Covid-19, Prof Hans menjelaskan tak ada efek samping yang berbahaya.

Hanya saja, hal itu akan membuat vaksin kehilangan fungsinya dan tidak bekerja sebagaimana disuntikkan pada non penyintas Covid-19.

"Bukan efek sampingnya yang bahaya tapi vaksin jadi sia-sia. Mubazir lah ibaratnya," kata Prof Hans.

Selain penyintas Covid-19, ada beberapa kondisi lain yang menyebabkan seseorang tidak bisa menerima Vaksin Sinovac.

Orang dengan penyakit penyerta seperti kelainan darah dan autoimun. Menurut Prof Hans, pasien dengan penyakit penyerta seperti ini perlu diobservasi lebih lanjut sebelum menerima vaksin.

"Tak cuma itu, ibu hamil juga belum masuk dalam program vaksinasi Covid-19 kali ini. Karena ini kan vaksin baru, jadi masih dalam tahap penelitian lebih lanjut untuk kondisi tertentu," pungkasnya.

Sekadar informasi, sebelum menerima vaksin, para pasien terlebih dulu harus melewati skrining suhu tubuh, tekanan darah dan kadar oksigen. Pasien juga harus dalam keadaan sehat serta tidak demam.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved