Vaksin Covid

National Hospital Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk 80 Nakes, Efek Samping Vaksin Sinovac Disoroti

National Hospital Surabaya melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk 80 tenaga kesehatan (nakes), Jumat (15/1/2021).

TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA
Proses vaksinasi Covid-19 di National Hospital Surabaya, Jumat (15/1/2021). Proses vaksinasi Vaksin Sinovac ini dilakukan dalam dua sesi, sesi pertama pukul 08.00-11.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00-17.00 WIB. 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - National Hospital Surabaya melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk 80 tenaga kesehatan (nakes), Jumat (15/1/2021).

Nakes tersebut terdiri dari berbagai lini bidang, baik dari tenaga kesehatan National Hospital maupun tenaga kesehatan dari fasilitas kesehatan lain.

CEO National Hospital, Adj. Prof. Hans Wijaya mengatakan, National Hospital ditunjuk oleh pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Proses vaksinasi tersebut dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 08.00-11.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00-17.00 WIB.

"Kami sengaja bedakan jadi dua kloter untuk menghindari kerumunan. Karena kapasitas ruangan kami batasi," kata Prof. Hans Wijaya.

Ia menuturkan, vaksinasi kali ini menggunakan Vaksin Sinovac sesuai yang diberlakukan oleh pemerintah.

"Vaksin Sinovac yang disuntikkan pada nakes hari ini dari pemerintah. Tentu sudah teruji keamanannya. Jadi tak perlu khawatir," ujarnya.

Ditanyai soal dampak setelah vaksinasi, Prof Hans Wijaya menjelaskan tak memberikan banyak efek samping.

Menurutnya, setelah vaksinasi dilakukan, akan terasa nyeri di bagian yang disuntik. Hal ini adalah hal yang wajar menurut Prof Hans Wijaya.

"Hanya nyeri kok sewajarnya kalau habis suntik. Mungkin akan beberapa hari juga terasa nyerinya layaknya vaksin pada umumnya," Prof Hans Wijaya menuturkan.

"Memang di beberapa kasus setelah vaksin akan timbul demam. Tapi cuma semalam. Esok paginya akan normal kembali," imbuhnya.

Lebih lanjut Prof Hans Wijaya mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sebelum memasuki ruang vaksin, peserta yang terdiri dari para tenaga kesehatan ini akan diperiksa terlebih dahulu.

"Kami lakukan skrining sebelum vaksinasi. Jadi para tenaga kesehatan akan dicek dulu suhu badan dan kadar oksigen. Selain itu kami juga cek tekanan darah," katanya.

Ditemui setelah melakukan vaksin, dr Farida Agustina yang merupakan dokter rehabilitasi medik National Hospital Surabaya mengaku tak merasakan apa-apa.

"Rasanya gak ada. Cuma ketika disuntik ya sakit biasa seperti normalnya saat disuntik. Setelahnya saya tidak merasakan apa-apa. Kata dokter yang memberikan vaksin tadi bakal agak nyeri setelah disuntikkan," ujar dr Farida.

dr Farida juga menyampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 ini sangat membantu terutama para nakes sebagai garda terdepan untuk memutuskan mata rantai covid.

"Oleh karena itu masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir. Vaksin ini tentu aman. Karena kami para nakes pun juga divaksin," pungkasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved