Imlek

Menghias Angpau Imlek untuk Kenalkan Anak dengan Keragaman Budaya di Indonesia

Lenmarc Mall Surabaya bekerja sama dengan SLC Education menggelar rangkaian acara bertema perayaan Imlek.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Peserta saat mengikuti kompetisi menghias amplop angpao dalam rangka menyambut Imlek di Lenmarc Mall, Minggu (7/2/2021). 

TRIBUNJATIMWIKI.COM,SURABAYA - Tahun Baru Imlek selalu identik dengan adanya angpau. Biasanya, angpau Imlek ini memiliki berbagai macam hiasan dengan warna dominan merah.

Untuk itu, Lenmarc Mall Surabaya bekerja sama dengan SLC Education menggelar rangkaian acara bertema perayaan Imlek.

Dalam perayaan Imlek bertajuk Happiness in Chinese New Year tersebut, beberapa acara yang melibatkan anak hingga orang dewasa dihelat.

"Kami ingin mengenalkan keragaman budaya di Indonesia. Salah satunya ada Imlek. Maka dari itu hari ini kami ajak anak-anak hingga orang dewasa untuk bergabung," ujar Kukuk F. Soeharno, Marketing Communication Manager Lenmarc Mall Surabaya, Minggu (7/2/2021).

Kukuk menuturkan, di masa pandemi yang mengharuskan tetap tinggal di rumah saja membuat banyak orang bosan. Dengan mengikuti rangkaian acara ini harapannya bisa menghilangkan kebosanan.

Terkait acara, Kukuk menjelaskan, ada pembelajaran Bahasa Mandarin yang bisa diikuti oleh umum. Selain itu, juga ada kegiatan menghias angpau.

Feibrianti, Ketu Pelaksana Happiness in Chinese New Year mengatakan, rangkaian acara tersebut dipilih karena paling cocok dilakukan di masa pandemi.

"Belajar Bahasa Mandarin bisa menambah wawasan kita terhadap pengetahuan baru. Meskipun sulit tapi kalau sudah mengenal akan lebih mudah belajarnya," kata Fei.

Selain itu, kegiatan menghias angpau yang menyasar anak TK sampai SD dilakukan sebagai upaya mengenalkan tradisi.

"Salah satu tradisi tertua dalam perayaan Imlek adalah angpau Imlek dan ini yang selalu dilestarikan turun temurun. Maka dari itu kami kenalkan pada anak-anak supaya mengenal sejak dini," papar Fei.

Kegiatan menghias angpau Imlek ini diikuti oleh orang tua dan anaknya. Peserta akan diberikan kertas bufalo tebal bermotif amplop. Motif tersebut yang akan digunting dan dibentuk menjadi angpau oleh peserta.

"Para peserta diminta membawa peralatan sendiri termasuk aksesoris yang digunakan untuk menghias. Jadi bebas mereka mau berkreasi seperti apa," jelas Fei.

Kegiatan ini, lanjutnya, juga dimaksudkan untuk melatih kreativitas anak dalam berkreasi. Biasanya budaya Imlek yang hanya diketahui via media sosial dan televisi, bisa dipelajari secara langsung.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved