Masker Unik Karya Diah Gardenia, Tampilkan Motif Merak hingga Gegunungan

Masker fashion nan unik karya Diah Gardenia, tampilkan motif merak hingga gegunungan.

ISTIMEWA
Masker unik karya Diah Gardenia bermotif merak hingga gegunungan 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA -Selama pandemi Covid-19 berlangsung, masker menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang.

Bahkan saat ini masker menjadi point of view saat bertemu orang. Oleh karena itu, banyak yang memilih menggunakan masker cantik.

Hal ini turut mendorong munculnya sejumlah seniman masker yang menawarkan berbagai corak dan gambar.

Salah satunya Diah Gardenia. Seniman sekaligus pelaku batik ini turut mencoba bisnis masker fashionable.

"Sebenarnya awalnya bikin untuk satu set dengan scarf. Tapi ternyata permintaannya banyak, jadi bikin yang bisa dibeli terpisah," kata Diah Gardenia.

Ada berbagai motif yang ia ciptakan, seperti floral, bulu merak, gegunungan, dan sebagainya. Warnanya pun beragam, ada kuning, biru, merah, coklat, dan masih banyak lagi.

"Total ada sekitar 20 desain, jadi macam-macam. Gegunungannya ada yang pakai corak batik, ukel-ukel, dan lain-lain. Pembeli paling banyak suka sama motif gegunungan dan merak," urai Diah Gardenia

Ia sendiri mengaku tetap ingin memberi sentuhan batik dalam maskernya. Hal ini karena produksi batiknya harus terhenti sementara selama pandemi covid-19.

"Khas batiknya masih ada ya di masker. Soalnya mau meninggalkan batik kok masih ragu-ragu," imbuhnya.

Desain tersebut ia buat dengan lukis tangan. Kemudian diproses secara digital, baru ditransfer di atas kain masker.

"Jadi saya bikin lukisannya dulu, kemudian saya scan dan proses lewat digital. Baru di-print," ungkap pemilik Gardenia Scarf ini.

Sebenarnya bisa saja melukis langsung di atas masker, namun memerlukan cat khusus dan harga jualnya terbilang tinggi.

"Saya pilih printing untuk mengejar permintaan pasar, di samping menyesuaikan scarf-nya," imbuh Diah.

Masker dengan desain tiga dimensi tersebut terdiri dari tiga lapis. Diah mendesainnya menutup secara optimal di bagian dagu dan samping.

"Masker yang seperti ini banyak disuka karena enak dipakai olahraga dan kegiatan sehari-hari. Maskernya tanpa jahitan tengah dengan ukuran L," Diah menyampaikan.

Ia melihat ada peningkatan pengguna masker kain. Jika dulu masyarakat hanya memikirkan dari segi kesehatan, maka kini tidak sedikit yang mempertimbangkan estetika.

"Masker kain makin hari makin keren ya. Sekarang banyak motif kain yang cantik tapi tetap nyaman dan aman untuk dipakai," tuturnya.

Masker produksinya menggunakan beberapa material seperi ultravine, serena, serta kain filter. Diah merancangnya agar tidak gerah saat dipakai.

"Dalam sebulan, saya bikin sampai dua ratus. Ini sudah jalan lima bulan, bulan pertama dulu masih sebagai pelengkap dari scarf," Diah mengungkap.

Tidak hanya Jawa Timur, masker buatannya juga diminati pembeli dari berbagai daerah seperti Bandung, Bogor, Jakarta, Bali, Medan, dan lain-lain.

"Saya berharap bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang jenuh dengan masker polos. Masker buatan saya menjadi opsi bagi yang ingin tampil dengan masker yang cantik namun tetap aman dan nyaman," pungkasnya

Ikuti kami di
KOMENTAR
904 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved