Sosok Inspiratif

Intan Oktavia Ajeng Pratiwi Suka Bahasa Mandarin Karena Tantangannya

Bahasa Mandarin mungkin sulit dipelajari oleh sebagian orang, namun kesulitan tersebut justru menjadi tantangan tersendiri bagi Intan Oktavia Ajeng Pr

Penulis: melia luthfi.husnika
Editor: Adrianus Adhi
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Intan Oktavia Ajeng Pratiwi 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Bahasa Mandarin mungkin sulit dipelajari oleh sebagian orang, namun kesulitan tersebut justru menjadi tantangan tersendiri bagi Intan Oktavia Ajeng Pratiwi.

Mahasiswi semester 6 Universitas Negeri Surabaya ini mengaku menggemari bahasa Mandarin karena kerumitannya.

"Memang rumit waktu awal belajar. Tapi justru itu yang menarik buat saya. Ada tantangan tersendiri kalau bisa menaklukkan bahasa Mandarin," katanya pada TribunJatim Wiki

Perempuan yang akrab disapa Intan mengaku, awal mula ia tertarik untuk mempelajari bahasa Mandarin karena menyukai budaya Tionghoa.

Menurutnya, masyarakat Tionghoa memiliki budaya yang unik dan beranekaragam. Dari situ, ia kemudian tertarik untuk mendalami bahasa Mandarin dengan mengambil konsentrasi kuliah Bahasa dan Sastra Mandarin.

Perempuan kelahiran Lamongan 2 Oktober 1999 ini mengatakan, belajar bahasa Mandarin sebenarnya tidaklah sulit. Namun memang memerlukan ketelatenan.

Bahasa Mandarin sendiri, lanjutnya, merupakan bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. "Dengan begitu, menguasai bahasa Mandarin akan menjadi nilai plus dalam dunia kerja," ungkapnya.

Berbeda dengan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia yang menggunakan abjad biasa, bahasa Mandarin yang memiliki tulisan Hanzi lebih rumit untuk dipelajari.

"Masih banyak yang kesulitan mempelajari bahasa Mandarin ini. Bahkan orang Tionghoa sendiri yang tinggal di Indonesia masih perlu belajar lebih," ujar perempuan yang juga menjadi tutor Mandarin ini.

Menurutnya, mempelajari bahasa Mandarin berarti harus siap berlatih setiap hari. Baik menulis, menghafal maupun mempraktikkan dengan membaca.

"Percuma kalau belajar giat tapi tidak pernah dilatih untuk ngomong. Karena Mandarin itu paling penting pengucapannya. Beda nada saja sudah beda arti," katanya.

Ia kemudian membagikan tips supaya mempelajari bahasa Mandarin menjadi lebih menyenangkan, yakni dengan media visual dan film.

"Bisa sering lihat film Mandarin untuk belajar pelafalannya. Sekalian bisa nambah kosa kata juga. Kalau saya pribadi pakai media visual bisa lebih cepat belajarnya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved