Keindahan Mahkota Burung Phoenix Karya Nuries Taufan, Lambang Burung dalam Mitologi Tiongkok

Achmad Nuries Taufan desainer aksesori asal Madura Jawa Timur merancang headpice yang terinspirasi dari kisah turun-temurun.

Penulis: melia luthfi.husnika
Editor: Adrianus Adhi
Dokumentasi Pribadi Nuries Taufan
Achmad Nuries Taufan desainer aksesori asal Madura Jawa Timur merancang headpice yang terinspirasi dari kisah turun-temurun. 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Achmad Nuries Taufan desainer aksesori asal Madura Jawa Timur merancang headpice yang terinspirasi dari kisah turun-temurun.

Laki-laki yang kini tinggal di Kabupaten Sidoarjo ini membuat headpiece dengan desain burung hong dalam balutan warna emas.

"Burungnya bagus dan berkarakter, oleh karena itu saya sangat tertarik. Burung hong memiliki ekor yang panjang dan indah. Ini menjadi center of point dari burung tersebut," kata Nuries Taufan, Selasa (23/2/2021).

Burung hong ini dikenal juga sebagai burung phoenix dan menjadi mitologi dalam masyarakat Tiongkok.

Baca juga: Boboliem, Perancang Busana Berusia 12 Tahun yang Suka Desain Baju Unik

"Bentuknya sangat cantik, terlihat luwes," tambah pemilik Nuries Design ini. 

Dalam rancangannya, burung hong didesain tengah merentangkan sayap dengan leher tegak. Pada sisi lain, terdapat bunga-bunga yang bergerombol.

"Saya memilih warna gold karena mewah. Selain itu warna ini merupakan favorit saya. Memperlihatkan kemewahan dan keagungan," ia menuturkan.

Koleksi ini sebenarnya ia kenalkan masih dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2021, mengingat burung hong merupakan salah satu ikon dari ragam hias Chinese.

"Tapi saya membuat look-nya terlihat lebih ringan," imbuh Nuries Taufan

Baca juga: Gambar Kerbau, Burung Crane dan Ayam Jago dalam Riasan Chinese New Year Look ala MuA Rona Tjandra 

Headpice tersebut terbuat dari logam dan kuningan dengan ketebalan 0,2 mili meter. Menurutnya, bahan tersebut lebih kuat dan membuat headpiece terlihat lebih mahal.

"Untuk proses pembuatannya, desain dibuat terlebih dahulu. Kemudian pembakaran logam dan pembentukan motif atau bentuk dengan cara diukir," terangnya.

Setelah itu, tahap terakhir yakni proses perangkaian. Ditambah lagi dengan penambahan pertama atau detak lainnya untuk mempercantik tampilan.

"Sebelumnya, saya sudah sering membuat aksesori dengan bentuk hewan. Dulu pernah banteng, serangga, dan beberapa kostum yang mewakili cerita-cerita Indonesia," paparnya.

Melalui koleksinya, Nuries Taufan berharap wanita Indonesia dapat terlihat cantik dan anggun menggunakan aksesori karya anak bangsa.

"Karya anak bangsa bisa kok berkibar, bahkan mendunia," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved