Sosok Inspiratif

Desainer Muda Dewi Suciningtyas Gambarkan Legenda Pantai Watu Maladong NTT dalam Busana Pengantin

Desainer Muda Dewi Suciningtyas Gambarkan Legenda Pantai Watu Maladong NTT dalam Busana Pengantin

ISTIMEWA
Desainer Muda Dewi Suciningtyas Gambarkan Legenda Pantai Watu Maladong NTT dalam Busana Pengantin 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Dewi Suciningtyas (23) seorang desainer muda merancang busana pengantin modern yang terinspirasi dari legenda Nusantara.

Dewi Suciningtyas mengaku terinspirasi dari Legenda Pantai Watu Maladong dari Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Dewi Suciningtyas membuat busana pengantin berwarna quetzal green. Ditambah detail flounce pada bagian belakang busana buatannya terlihat lebih anggun.

Baca juga: Mantap Geluti Bidang Komunikasi, Dwinda Larasati Siap Update Soal Tren Terbaru

"Flounce ini memang menjadi poin utamanya, bisa dilepas-pasang. Flounce ini menggambarkan ombak di pantai tersebut," kata Dewi Suciningtyas.

Selain tambahan detail flounce, Dewi Suciningtyas juga menggambarkan penyu yang turut dikisahkan dalam legenda tersebut. 

Ia membuatnya dengan cara manipulating, menggunakan teknik lasercut dan stuffing.

Baca juga: Kombinasi Makeup Flawless dan Gaun Bernuansa Dusty untuk Intimate Wedding di Masa Pandemi

"Saya menggunakan teknik tersebut karena unik dan berbeda dengan yang lain," ungkap desainer muda kelahiran 22 November 1998 ini.

Gambar penyu tersebut mewarnai hampir di semua bagian busana pada bagian belakang. Berpadu dengan flounce yang bergelombang.

"Untuk merepresentasikan ombak pada pantai tersebut, busana saya bentuk siluet L," imbuhnya.

Dalam pemilihan warna, Dewi Suciningtyas melihat quetzal green dinilai paling cocok. Menurut Dewi, warna tersebut seperti yang ada pada cangkang penyu.

"Quetzal green ini juga merupakan warna yang mewah," Dewi Suciningtyas menambahkan.

Agar semakin memberi kesan khas NTT, Dewi Suciningtyas juga mengaplikasikan aksesoris kepala yang diambil dari busana pengantin khas daerah Sumba Barat.

Busana ini sendiri pertama kali ia perkenalkan kepada publik dalam Grandshow Virtual 'Alcarita D3 Tata Busana Universitas Negeri Surabaya pada pertengahan Februari 2021 lalu.

"Tantangannya itu saat berkonsultasi dengan dosen. Karena di masa pandemi seperti ini hanya bisa mengandalkan platform online, tidak bisa bertemu langsung," kata Dewi Suciningtyas

Tantangan lainnya yakni ketika membuat manipulating yang sesuai, ia melewati tahap trial dan error cukup banyak.

"Selain itu juga saat membuat stuffing dan menempelkan di busana, harus dijahit tangan. Saya sampai dibantu orang lain agar bisa selesai tepat waktunya," terang Dewi.

Melalui busananya ini, Dewi berharap agar para desainer lainnya juga merancang busana yang terinspirasi dari kekayaan daerah-daerah di Indonesia.

"Karena Indonesia itu sangat luas, setiap daerah memiliki keunikan yang bisa diangkat menjadi karya," tandasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved