Edukasi Cara Urus Perizinan dan Sistem Marketing Produk Lewat Workshop UMKM Wanita Permabudhi

Wanita Permabudhi menggelar workshop bertajuk 'Membangun UMKM Menuju Indonesia Maju', Selasa (2/3/2021).

Tangkapan layar acara workshop
Ritha Helena Ketua Wanita Permabudhi saat mengisi acara workshop bertajuk 'Membangun UMKM Menuju Indonesia Maju'. 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - UMKM atau usaha mikro kecil menengah merupakan salah satu pondasi perekonomian masyarakat. Selama pandemi, para pelaku UMKM terus berusaha untuk survive dan berkembang.

Melihat pentingnya peran UMKM dalam masyarakat, Wanita Permabudhi menggelar workshop bertajuk 'Membangun UMKM Menuju Indonesia Maju', Selasa (2/3/2021).

Dalam workshop yang digelar secara virtual tersebut, Ketua Wanita Permabudhi Ritha Helena mengajak semua pelaku UMKM untuk mulai memperhatikan soal branding produk dan perizinan.

Baca juga: Rayakan Hari Ibu dengan Bakti Sosial, Wanita Permabudhi Salurkan 500 Paket Sembako

Pelaku UMKM yang belum memiliki perizinan diajarkan bagaimana langkah-langkah mengurus perizinan tersebut.

"Workshop ini memberikan wawasan, mulai dari perizinan, produksi, sampai formula untuk UMKM. Strategi marketing juga kami ajarkan. Sangat bermanfaat buat kita semua," ungkap Ritha Helena.

Workshop yang sebagian besar diikuti oleh wanita ini diharapkan mampu menjadi pendorong para pelaku UMKM untuk semakin maju.

"Masih banyak pelaku UMKM yang memasarkan produk mereka dengan strategi lama. Padahal sekarang ini era baru memerlukan konsep marketing yang baru juga," paparnya.

Baca juga: Webinar Wanita Permabudhi, Isi Kemerdekaan di Tengah Pandemi

"Maka dari itu kami juga ajarkan ilmu tentang foto produk, pemasaran online, dan sebagainya. Ini sangat penting, wanita bisa ikut membangun Indonesia," tambahnya.

dr Eddy Kristianto seorang pengusaha yang juga hadir sebagai narasumber workshop membagikan tips dan pengalamannya soal membuat produk yang menarik.

Salah satu contohnya yakni produk sabun kecantikan berbahan daun kelor. Menurut dr Eddy, daun kelor memiliki banyak manfaat terutama dalam kecantikan. Oleh karena itu, membuat produk berbahan kelor akan diminati.

"Daun kelor ini juga disebut sebagai miracle tree," tambah Eddy.

Langkah pertama, daun kelor diolah menjadi tepung terlebih dahulu. Caranya dengan diangin-anginkan kemudian diblender. 

"Sementara bahan tambahan lainnya yakni minyak kelapa, naOH, aquadest, dan lemon essential oil. Essential oil-nya bisa diganti dengan yang lain, bisa lemon grass juga," ia menguraikan.

Proses membuatnya, masukkan campuran air dan soda api ke minyak kelapa. Aduk mengunakan stick blender.

"Setelah itu masukkan tepung daun kelor dan essentioal oil. Aduk rata. Jika sudah, masukkan ke cetakan berbahan silikon. Tiga hari kemudian, bisa langsung dikeluarkan," paparnya.

Workshop virtual ini juga dihadiri oleh Jerry Darmawan selaku Sekretaris Pengurus Pusat Permabudhi. 

Kali ini, ia memaparkan terkait perizinan UMKM yakni one single submission atau perizinan terpadu satu pintu.

"Pemerintah sangat ingin UMKM berkembang. Dimulai dari kecil, kemudian yang unggul akan muncul ke permukaan. Prospeknya sangat bagus," tambah Ketua Pimpinan Pusat Permabudhi Prof Philip K Wijaya.

Diselenggarakannya workshop ini, pihak Wanita Permabudhi berharap pelaku UMKM bisa mengurus perizinan dengan mudah. Supaya, skala pemasaran produk mereka bisa lebih meluas.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved