Perlakuan Anak Berkebutuhan Khusus di Norwegia, Pemerintah Sampai Siapkan Asisten di Kota Madya

Di Norwegia, Anak Berkebutuhan Khusus diperhatikan dengan baik oleh pemerintah setempat.

ISTIMEWA
Savitry Khairunnisa saat mengisi Kelas Diskusi #AkademyAbility yang diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Kasih ABK bekerjasama dengan Harian Surya dan TribunJatim. 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki keistimewaan yang tak dimiliki orang lain, oleh karena itu ABK juga harus diperlakukan dengan baik.

Bahkan di Norwegia, Anak Berkebutuhan Khusus diperhatikan dengan baik oleh pemerintah setempat. Mereka memberikan asisten khusus untuk ABK selama melakukan kegiatan di luar.

"Di sini (Norwegia) ABK diperlakukan dengan sangat baik tak hanya oleh masyarakat tapi juga pemerintah. Bahkan, berbagai fasilitas khusus diberikan supaya ABK nyaman," ujar Savitry Khairunnisa seorang penulis sekaligus ibu rumah tangga yang tinggal di Norwegia.

Baca juga: Peran Orangtua sebagai Mentor dalam Mengasah Bakat dan Potensi ABK

Savitry menuturkan, pemerintah Norwegia memang menerapkan tarif pajak penghasilan yang cukup besar. Namun, hasil pajak tersebut digunakan untuk memfasilitasi masyarakat termasuk ABK.

Pemerintah Norwegia memberikan jaminan sosial dan pendidikan yang memadai untuk para ABK baik yang masih kecil hingga dewasa.

Bahkan, Savitry mengatakan Pemerintah Norwegia memberikan asisten khusus bagi ABK yang membutuhkan bantuan.

"Pemerintah di sini memberikan fasilitas asisten khusus untuk mendampingi para ABK di kota madya. Bahkan asisten ini bis dipanggil ke rumah jika ABK membutuhkan bantuan," ujar Savitry dalam kelas diskusi #AkademiAbility, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Kisah Habibie Afsyah, Penderita Muscular Dystrophy yang Kini Sukses Jadi Konsultan Marketing

Selain dukungan pemerintah terhadap fasilitas dan jaminan kesejahteraan ABK, masyarakat Norwegia disebut sangat toleransi terhadap anak ABK.

Menurut Savitry, masyarakat terutama anak muda di sana sangat peduli terhadap bullying. Sehingga, kasus buli bisa diminimalisir

"Kasus bullying hampir tidak ada. Karena semua masyarakat menyadari kesetaraan termasuk ABK ini adalah tidak dipandang sebelah mata. Mereka juga diajak bermain dan berbaur seperti anak pada umumnya," Savitry menjelaskan.

Melihat perlakuan masyarakat dan Pemerintah Norwegia terhadap ABK, Savitry berharap semua masyarakat di belahan dunia manapun juga memperlakukan anak ABK sama

"Jangan dibedakan. Mereka itu sama seperti kita. Bahkan mereka ini istimewa. Jadi mari kita rangkul dan beri dukungan," tutup Savitry.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved