Ria Enes Edukasi ABK Lewat Seni Mengelola Public Speaking Lewat Fans Figure Boneka Susan

Ventriloquism atau seni mengelola suara perut supaya terdengar seperti suara dari sumber lain ternyata memiliki banyak manfaat.

ISTIMEWA
Kelas Diskusi #Akademiability bertajuk 'Seni Mengelola Public Speaking' yang diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Kasih ABK bekerjasama dengan Harian Surya dan TribunJatim. 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Ventriloquism atau seni mengelola suara perut supaya terdengar seperti suara dari sumber lain ternyata memiliki banyak manfaat.

Selain untuk menghibur, ventriloquism yang bisa membuat seorang ventriloquist mengeluarkan suaranya yang lain disebut bisa jadi media pembelajaran yang efektif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

"Ventriloquism sebenarnya merupakan bagian dari seni mengelola publik speaking. Namun dengan bantuan suara perut dan fans figur," ujar Ventriloquist Ria Enes saat menjadi pembicara di acara Kelas Diskusi #Akademiability yang diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Kasih ABK bekerjasama dengan TribunJatim dan Harian Surya.

Baca juga: Peran Orangtua sebagai Mentor dalam Mengasah Bakat dan Potensi ABK

Pemegang boneka Susan dalam setiap penampilannya ini mengaku, belajar menggunakan media yang menyenangkan akan mempermudah anak untuk menyerap informasi.

"Contohnya dengan boneka seperti Susan ini. Saat belajar, anak akan merasa seperti bermain karena bersama boneka. Belajar seperti bermain ini akan bagus untuk anak. Bisa juga boneka dimainkan dalam mendongeng," kata mantan penyiar radio tersebut.

Perempuan kelahiran Malang 1968 ini mengatakan, seni mengolah public speaking penting terutama dipelajari sejak dini.

Baca juga: Perlakuan Anak Berkebutuhan Khusus di Norwegia, Pemerintah Sampai Siapkan Asisten di Kota Madya

Menurutnya, melalui seni tersebut, komunikasi bisa berjalan lebih lancar. Sehingga, hubungan antara kedua belah pihak saling terjaga.

"Public speaking bisa jadi sarana untuk menyampaikan pesan. Hal ini bisa dilakukan dari orang tua ke anak, atau kakak ke adik. Atau bisa juga dari sesama teman," paparnya.

Ria Enes melanjutkan, ventriloquism bisa menjadi salah satu media public speaking yang menarik. Selain mampu menyampaikan pesan dengan mudah pada anak, metode ini juga sekaligus menghibur.

Pasalnya, anak-anak yang terhibur dan riang gembira akan lebih mudah memahami sesuatu terutama menyerap informasi yang disampaikan.

"Itulah kenapa banyak pendongeng yang menggunakan media fans figure dan menerapkan seni ventriloquism seperti saya," ia menjelaskan.

Ria Enes kemudian mencontohkan bagaimana ia memanfaatkan boneka Susan untuk menghibur sekaligus menyampaikan nasihat pada anak.

Boneka yang merupakan benda mati ini dibuat seolah bersuara dan bisa mengeluarkan kata-kata, padahal suara tersebut berasal dari Ria Enes sendiri.

"Boneka Susan ini kan benda mati. Tapi anak-anak bisa merasa di imajinasi mereka kalau Susan benar-benar ada dan hidup. Lewat seni ventriloquism saya menghadirkan suara lain," kata Ria Enes.

Melalui media public speaking dan bantuan fans figure, Ria Enes berharap informasi bisa terserap secara maksimal oleh anak.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved