Tren Fashion

Sepatu Lace dan Beads Kian Naik Daun, Dulu Hanya untuk Wedding Kini Jadi Sepatu Kasual

Peminat sepatu lace dan sepatu beads kini semakin banyak, terutama dari kalangan anak muda.

TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA
Shintya Debby Paramitha pemilik Cellene Shoes menunjukkan beberapa koleksi sepatu lace dan beads yang kini tengah naik daun 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Peminat sepatu lace dan sepatu beads kini semakin banyak, terutama dari kalangan anak muda.

Sepatu yang dulunya indentik untuk acara formal atau wedding, kini bisa jadi sepatu kasual yang bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

Sepatu berbahan dasar lace yang menyerupai jaring berbagai motif ini ternyata bagus juga untuk dipadupadankan dengan outfit kasual.

Owner Cellene Shoes Shintya Debby Paramitha mengatakan, kini banyak yang menggunakan sepatu lace untuk daily.

"Dulu memang identik untuk acara formal dan acara wedding atau lamaran. Tapi sekarang tren sepatu lace ini bergeser. Bisa dipakai untuk main atau kegiatan harian lainnya," ungkap Shintya Debby saat ditemui di store kawasan Pogot Surabaya.

Baca juga: Mantap Geluti Bidang Komunikasi, Dwinda Larasati Siap Update Soal Tren Terbaru

Ia menuturkan, permintaan sepatu lace kasual ini cukup tinggi selama pandemi. Motif bordir pada lace yang digunakan sebagai bahan dasar membuat sepatu bisa menambah keelokan pemiliknya.

"Pakai sepatu lace ini bisa jadi pemiliknya tampil fashionable dan glamour dalam satu look. Bisa buat kondangan, jalan atau bahkan wedding," ujarnya.

Shintya Debby yang memulai usaha sepatu lace sejak dua tahun belakangan mengaku, kombinasi antara lace berpayet juga tengah naik daun.

Baca juga: Brand Sepatu Lokal Privet, Siap Luncurkan Series Keempat Bertema Nusantara

Alas kaki yang dikenal dengan sepatu beads ini banyak diminati untuk acara wedding maupun acara formal lain.

"Kalau beads memang arahnya ke wedding karena full payet dan kombinasi mutiaranya banyak. Kalau untuk kasual agak berlebihan," kata Shintya Debby.

Untuk membuat sepatu lace biasa, Shintya Debby membutuhkan waktu 1-2 Minggu. Namun, untuk beads berpayet full membutuhkan waktu tambahan menjadi 3 minggu.

Produksi sepatu lace dan beads di Cellene Shoes menurut Shintya Debby cukup banyak. 1-2 minggu ia mampu memproduksi sepatu masal hingga mencapai 70 pasang.

Untuk memilih model yang tepat, Shintya Debby mencoba sepatu buatannya sendiri. Jika dirasa sepatu tersebut cocok dan layak, ia akan memproduksi dalam jumlah banyak.

"Semua modelnya berdasarkan feeling. Saya buat dan coba sendiri. Kalau menurut saya cocok dan bagus baru produksi banyak. Kalau sekiranya kurang cocok, tidak lanjut produksi," pungkasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved