Informasi Kesehatan

Mengenal Modalitas Pengobatan Epilepsi, Pembedahan Bisa Jadi Solusi untuk yang Kebal Obat

Epilepsi atau ayan merupakan kondisi di mana aktivitas sel syaraf di otak terganggu, sehingga menimbulkan kejang.

ISTIMEWA/Dokumentasi National Hospital Surabaya
dr Heri Subianto., SpBS (K) FINPS  Spesialis Bedah Saraf Konsultan Fungsional, Epilepsi dan Bedah Epilepsi di National Hospital Surabaya   

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Kondisi epilepsi atau ayan merupakan kondisi di mana aktivitas sel syaraf di otak terganggu, sehingga menimbulkan kejang.

Epilepsi bisa muncul akibat faktor genetik atau cedera yang terjadi pada otak sehingga muncul trauma.

Untuk mengantisipasi terjadinya kejang di saat-saat tertentu, penderita diharuskan mengonsumsi obat yang diresepkan dokter.

Obat tersebut harus dikonsumsi secara terus-menerus supaya dampak kejang tidak terjadi.

Namun sayangnya, ada beberapa kondisi penderita epilepsi yang disebut kebal terhadap obat. Hal ini menjadikan si penderita tetap kejang meskipun mengonsumsi berbagai macam obat-obatan.

"Ada sekitar 30 persen dari total 100 persen penderita epilepsi yang kebal terhadap obat. Kalau seperti ini akan bahaya. Sebab, konsumsi obat apapun tidak bisa mengontrol kondisi kejangnya," ungkap dr Heri Subianto., SpBS (K) FINPS 
Spesialis Bedah Saraf Konsultan Fungsional, Epilepsi dan Bedah Epilepsi di National Hospital Surabaya, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Seberapa Penting Vaksinasi HPV Sebelum Menikah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kandungan

dr Heri Subianto menuturkan, ada beberapa modalitas yang bisa digunakan sebagai solusi pengobatan epilepsi selain konsumsi obat. Meski begitu, bukan berarti konsumsi obat bisa dihentikan.

"Sekarang sudah ada modalitas bedah epilepsi. Pembedahan atau operasi ini ditujukan bagi penderita epilepsi yang kebal terhadap obat. Namun, meski pembedahan dilakukan harus tetap ditunjang obat-obatan. Supaya maksimal," kata dr Heri Subianto.

Menurutnya, pembedahan ini merupakan solusi terbaik. Sebab, pada beberapa kasus seperti epilepsi temporal yang disertai dengan tanda sebelum kejang terjadi. Jadi, si penderita epilepsi sudah tahu jika ia akan kejang beberapa saat kemudian.

Pada kasus epilepsi seperti ini, menurut dr Heri Subianto, pembedahan yang sukses akan mampu mengontrol 70-80 persen.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved