Informasi Kesehatan

Anak Hiperaktif ADHD Sering Dicap 'Nakal', Ketahui Penyebab dan Terapi Penyembuhannya

Kondisi attention deficit hyperactivity disorder atau yang kerap disebut ADHD merupakan gangguan mental yang membuat anak kesulitan untuk fokus pada s

ISTIMEWA
Ilustrasi anak hiperaktif 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Kondisi attention deficit hyperactivity disorder atau yang kerap disebut ADHD merupakan gangguan mental yang membuat anak kesulitan untuk fokus pada suatu hal.

Anak dengan gangguan hiperaktif biasanya sulit memusatkan perhatian dan cenderung bersikap impulsif. Hal ini akan berpengaruh pada pencapaian anak terutama saat sudah memasuki usia sekolah.

dr Izzatul Fithriyah, dr. Sp. Kj (K) Psikiater, mengatakan, anak dengan gangguan hiperaktif yang tidak tertangani dengan tepat akan membuat mereka sulit bergaul.

Baca juga: Peran Psikiater Anak dan Remaja dalam Menangani Permasalahan Mental ABK dalam Kasus Autisme

"Anak hiperaktif ADHD sering dianggap sebagai anak nakal. Padahal sebenarnya tidak. Ia berusaha mengimplementasikan apa yang dirasakan melalui tindakan. Nah tindakan itu kadang cenderung impulsif atau mengganggu orang lain," kata dr Izzatul Fithriyah dalam Kelas Diskusi #Akadmiability yang diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Kasih ABK bekerja sama dengan Harian Surya dan TribunJatim.

Menurutnya, anak hiperaktif perlu mendapat penanganan psikiater. Supaya dalam proses bertumbuhnya bisa maksimal dan perilaku yang terlalu berlebihan bisa dikontrol.

dr Izzatul Fithriyah menuturkan, terkait penyebab ADHD atau gangguan pemusatan perhatian ini, disebabkan oleh kelainan yang berada di otak anak.

"Perilaku hiperaktif ini bukan karena kesalahan pola asuh tapi memang ada kelainan pada sistem otak. Pada banyak kasus, ADHD akan hilang seiring bertambah usia si anak. Tapi, ada beberapa kasus yang memerlukan terapi khusus," jelas dr Izzatul Fithriyah

Baca juga: Soroti Isu Kesehatan Mental, TikTok Kampanyekan #MoveForMentalHealth

Menurut penuturan salah satu orangtua yang anaknya didiagnosa mengalami gangguan hiperaktif mengaku bantuan medis dan psikiater sangat membantu.

Anak yang biasanya sulit diam dan memusatkan perhatian pada satu fokus bisa lebih terkontrol.

"Anak saya didiagnosa ADHD dan disleksia. Rajin konsultasi ke psikiater dan diberi obat. Setelah itu jadi bisa lebih tenang," ungkap Ibunda Rafif R.H.P. anak dengan gangguan hiperaktif.

Dalam prosesnya, Rafif disebut kesulitan untuk tenang dan kesulitan untuk mengikuti pelajaran umum.

"Tapi karena Rafif ini sekolahnya di sekolah inklusi jadi masih aman. Saya berharap dengan rajin ke psikiater dan mengikuti anjuran dokter nantinya anak saya bisa mengikuti pelajaran di sekolah umum secara normal," pungkasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved