Menemukan Atlet Binaragawan Lewat Body Contest Urban Newtown Fitness Championship

Urban Newtown Fitness Championship Indonesia Open Body Fitness 2021 digelar dalam rangka mencari bibit unggul calon binaragawan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA
Para peserta Urban Newtown Fitness Championship Indonesia Open Bodyfitness 2021 yang diselenggarakan di Lenmarc Mall Surabaya, Minggu (28/3/2020). 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Urban Newtown Fitness Championship Indonesia Open Body Fitness 2021 digelar dalam rangka mencari bibit unggul calon binaragawan.

Acara yang berlangsung di Atrium Lenmarc Mall Surabaya tersebut diselenggarkan oleh Urban Athletes bekerja sama dengan NewTown Gym.

"Acara ini diselenggarakan untuk mengajak para pemuda daerah untuk berkarir bersama kami. Sekaligus ingin mencari bibit unggul dan menciptakan atlet binaraga ke depannya," ungkap Verawaty Budiyanto selaku CEO Urban Athletes, Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Manfaat Olahraga Body Building untuk Membentuk Massa Otot, Kurangi Lemak hingga Jaga Tulang Tegak

Verawaty mengatakan, body contest yang beranggotakan 150 peserta dengan tiga kategori atau kelas ini diikuti oleh berbagai pemuda dari wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan, Jambi bahkan Sulawesi.

Ada tiga kategori kelas yang dibuka pada kompetisi kali ini. Yakni middle muscle, new muscle dan super beginner.

"Untuk super beginner adalah peserta yang baru pertama berhasil melakukan pembentukan otot. Dari awal belum ada otot sampai sudah terbentuk. Untuk new muscle ini peserta yang paling tidak sudah setahun berlatih dan menggeluti bidang ini. New muscle biasanya sudah pernah ikut beberapa kali kontes," Verawaty menjelaskan.

"Sedangkan middle muscle adalah kategori sebelum jadi binaragawan. Jadi ketika usia otot sudah matang dan persiapan menuju body builder," tambahnya.

Dalam kompetisi body kontes ini, tak ada batasan maksimal usia. Usia minimal adalah 17 tahun, beberapa peserta ada yang berusia di atas 50 tahun dan peserta tertua berusia 65 tahun.

Baca juga: Yoga Wheel

Selain menemukan bibit unggul atlet binaragawan, kompetisi ini juga bertujuan memberikan kesempatan para pemuda untuk berkarir bersama Urban Athletes.

"Kami ingin ajak berkarir bersama kami. Ingin nantinnya kami punya atlet sendiri sebagai binaraga," tuturnya.

Untuk kategori penilaian, Verawaty mengatakan ada beberapa indikator. Salah satunya adalah bentuk dan ketajaman otot.

"Otot simetris atau tidak itu jadi penilaian. Selain itu ketajaman otot juga. Makin banyak air, otot tidak akan tajam. Wajah, keindahan otot dan bagaimana berpose saat memeragakan otot," katanya.

Melihat antusiasme peserta dalam kompetisi ini, pihak Lenmarc Mall Surabaya mengaku memberikan support positif.

"Kami berharap banyak atlet bisa tercetak dari sini. Soal protokol kesehatan juga penerapannya kami kawal. Mulai dari masuk, di lokasi kompetisi dan dalam prosesnya. Bahkan ini semua peserta juga wajib swab antigen dengan hasil negatif," jelas Kukuk F. Soeharno Marketing Communications Manager Lenmarc Mall Surabaya.

Salah satu peserta, Hendrik Subianto (51) mengaku tertarik mengikuti kompetisi ini karena hobi. Ia sudah melatih membentuk massa otot sejak usia 23 tahun.

"Hobi dan sering latihan. Merasakan manfaat juga dari olahraga ini. Badan terasa sehat terus dan bisa bikin awet muda," pungkasnya. Jarang sakit juga," ungkap Hendrik.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved