Sate Matang

Kuliner sate Matang merupakan sate khas Kabupaten Matang, Aceh. Jika biasanya sate disajikan bersama bumbu kacang lengkap dengan kecap manis

TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA
Sate Matang yang dipadukan dengan soto khas Cita Rasa Atjeh 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Kuliner sate Matang merupakan sate khas Kabupaten Matang, Aceh. Sate yang juga sebagai kuliner khas Aceh ini disajikan berbeda.

Jika biasanya sate disajikan bersama bumbu kacang lengkap dengan kecap manis, sate Matang tidak.

Bumbu kacang pada sate Matang diberi rempah supaya gurih dan tidak menggunakan kecap manis.

Menikmati menu spesial Aceh di Cita Rasa Atjeh (CRA) di Jalan Ahmad Yani Margorejo Surabaya
Menikmati menu spesial Aceh di Cita Rasa Atjeh (CRA) di Jalan Ahmad Yani Margorejo Surabaya (TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA)

Sebelum dibakar, sate Matang yang terbuat dari daging kambing atau sapi ini dimarinasi terlebih dahulu selama 30 menit. Supaya, bumbu rempahnya meresap.

Baca juga: Menikmati Kudapan Ayam Tangkap Khas Aceh, Disajikan dengan Rempah Spesial dan Daun Kari

Pada saat pembakaran, sate Matang juga tidak menggunakan bumbu kecap seperti sate kebanyakan. Tambahan sedikit ketumbar dan gula merah menjadi ciri khasnya.

Selain itu, yang membuatnya berbeda adalah sate Matang disajikan dengan kuah soto spesial daun bawang.

Baca juga: Incip Kudapan Sate Matang Khas Aceh, Berpadu Kuah Soto dan Kaya Rempah

Kuah soto yang diberi sedikit santan ini menghasilkan kuah yang lebih enteng. Akan cocok dinikmati bersama sate Matang.

Ciri khas gurih dalam sate Matang bisa dikatakan lebih terasa dibandingkan sate lain yang tidak melalui proses marinasi.

Kuliner sate Matang bisa ditemukan di rumah makan atau restoran khas Aceh di seluruh Indonesia.

Sumber

Wawancara dengan Owner Cita Rasa Atjeh Maya Sari Irela.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved