Fakta Menarik Soal Freckles, Muncul Secara Genetik hingga Bisa Dicegah

Kondisi bintik-bintik cokelat pada wajah atau yang dikenal dengan freckles memang bisa mengurangi kepercayaan diri.

Penulis: melia luthfi.husnika
Editor: Adrianus Adhi
TRIBUNNEWSWIKI.COM/LUTHFI HUSNIKA
Ilustrasi treatment laser untuk menghilangkan freckles pada wajah 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Siapa yang tak terganggu dengan kemunculan freckles di wajah?

Kondisi bintik-bintik cokelat pada wajah atau yang dikenal dengan freckles memang bisa mengurangi kepercayaan diri.

Meski terkadang dinilai memiliki daya tarik tersendiri, banyak perempuan yang mencoba menghilangkan atau menghindari kemunculan freckles pada wajah mereka.

Terkait penyebab, freckles memiliki fakta menarik soal faktor pemicu. Salah satunya adalah kemunculan freckles yang tak terduga akibat faktor genetik.

Baca juga: Punya Kulit Glowing Bak Artis Korea dengan Tretament Glass Skin Laser di Profira Clinic

Dokter Estetika Profira Aesthetic & Anti-Aging Clinic Surabaya, dr Asa Dini Merina mengatakan, freckles disebabkan oleh dua faktor utama, yakni internal genetik dan eksternal.

Menurutnya, freckles secara genetik banyak muncul pada seseorang dengan gen MC1R. Yakni kondisi di mana pengatur warna kulit dan rambut yang menyebabkan kemunculan bintik cokelat.

"Pada gen orang luar negeri seperti bule misalnya, banyak yang memiliki freckles. Ini karena faktor genetik. Secara genetik bisa kemunculan freckles sudah bisa dilihat sejak anak usia 1-2 tahun," kata dr Asa pada TribunJatim Wiki

Ia menjelaskan, bahwa freckles juga bisa muncul karena faktor eksternal seperti paparan sinar matahari.

Baca juga: Profira Sterilkan Ruang Perawatan Pakai UV Light dan Ozon, Bunuh Kuman hingga Virus

Menurut dr Asa, apabila seseorang terpapar sinar matahari mengandung UV terlalu lama, bintik pada wajah cepat muncul.

"Freckles juga bisa jadi indikator sensitivitas kulit. Misal saat terpapar matahari muncul bintik, maka harus segera diantisipasi dengan tabir surya. Supaya freckles yang muncul tidak semakin banyak," kata dr Asa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved