Informasi Kesehatan

Gangguan Pemusatan Perhatian atau Hiperaktif pada Anak Bisa Sembuh Saat Remaja, Ini Kata Psikiater

Anak terutama balita yang sangat aktif sering disebut hiperaktif. Namun, perilaku hiperaktif yang berlebihan bisa mengarah pada gangguan.

Penulis: melia luthfi.husnika
Editor: Adrianus Adhi
ISTIMEWA
Ilustrasi anak hiperaktif 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Anak terutama balita yang sangat aktif sering disebut hiperaktif. Namun, perilaku hiperaktif yang berlebihan bisa mengarah pada gangguan.

Seperti gangguan pemusatan perhatian atau yang dikenal dengan attention dificit hiperactivity disorder atau ADHD.

Anak dengan gangguan hiperaktif ini sering mendapatkan label nakal dari masyarakat. Padahal, si anak melakukan hal tersebut di luar kendalinya.

Seperti yang dikatakan oleh dr Izzatul Fithriyah, dr. Sp. Kj (K) Psikiater, bahwa anak dengan gangguan hiperaktif sulit memusatkan perhatian pada satu hal.

Baca juga: Anak Hiperaktif ADHD Sering Dicap Nakal, Ketahui Penyebab dan Terapi Penyembuhannya

Hal itu juga yang disebutnya menyebabkan anak gangguan hiperaktif tidak bisa diam dan tindakannya cenderung mengganggu orang.

"Anak gangguan hiperaktif akan berperilaku susah diam bahkan menganggu. Sering dianggap usil, nakal dan tidak terkendali," ujar dr Izzatul Fithriyah.

Namun, gangguan hiperaktif pada anak disebut bisa hilang seiring perkembangan usia.

"Ada gangguan hiperaktif yang bisa sembuh seiring anak beranjak remaja. Jadi saat kecil dia kesulitan memusatkan perhatian dan jahil, saat remaja bisa saja sembuh," jelas dr Izzatul Fithriyah.

Menurutnya, gejala pada anak dengan gangguan pemusatan perhatian akan berkurang saat usianya beranjak remaja.

Baca juga: Peran Psikiater Anak dan Remaja dalam Menangani Permasalahan Mental ABK dalam Kasus Autisme

Gejala tersebut juga bisa hilang seiring tumbuh kembang anak, sehingga dalam kondisi demikian tidak perlu lagi mendapatkan bantuan medis.

Meski gangguan hiperaktif bisa hilang, ada sebagian anak yang memerlukan terapi dan pengobatan khusus.

"Misal gangguan itu berlangsung terus-menerus sampai anak beranjak remaja hingga menganggu keseharian seperti susah tidur, tak bisa fokus dan lainnya maka perlu konsultasi ke psikiater," paparnya.

dr Izzatul Fithriyah berharap para orangtua lebih aware lagi terhadap perkembangan anak di masa kecil.

"Jangan sampai anak dengan gangguan hiperaktif ini malah dicap nakal dan terus dimarahi. Padahal ia butuh bantuan psikiater," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved