Menilik Kehidupan Anak Berkebutuhan Khusus di Australia, Pemerintah Beri Tunjangan hingga Sejahtera

Anak Berkebutuhan Khusus atau yang dikenal dengan anak ABK memerlukan perhatian khusus tak hanya orangtua dan keluarga, namun juga pemerintah.

Penulis: melia luthfi.husnika
Editor: Adrianus Adhi
ISTIMEWA
Menilik Kehidupan Anak Berkebutuhan Khusus di Australia, Pemerintah Beri Tunjangan hingga Sejahtera 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Anak Berkebutuhan Khusus atau yang dikenal dengan anak ABK memerlukan perhatian khusus tak hanya orangtua dan keluarga, namun juga pemerintah.

Guna mendukung kesejahteraan ABK, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menunjang fasilitas mereka (ABK), seperti yang diupayakan oleh pemerintah Australia.

Josephine Ratna Psikolog Klinis Fakultas Psikologi Unika Widya Mandala, pemerintah Australia sangat mendukung perkembangan anak ABK sejak dini. Bahkan, pemerintah di sana memberikan fasilitas tunjangan tertentu.

"Pemerintah Australia memberikan tunjangan khusus sejak dini bagi beberapa anak yang masuk kategori disabilitas tertentu. Tunjungan tersebut terintegrasi sampai mereka kerja dan bisa hidup sejahtera," ungkap perempuan yang juga Owner Avega Clinic dalam acara Kelas Diskusi #Akadmiability bertajuk Pendidikan ABK di Australia yang diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Kasih ABK bekerja sama dengan Harian Surya dan TribunJatim.

Baca juga: Peran Psikiater Anak dan Remaja dalam Menangani Permasalahan Mental ABK dalam Kasus Autisme

Menurutnya yang sudah tinggal di Australia sejak tahun 90-an, perlakuan pemerintah setempat terhadap anak ABK sangat membantu perkembangan mereka.

Di Australia, Josephine menuturkan, Anak Berkebutuhan Khusus memiliki asisten pendidikan atau yang di Indonesia dikenal dengan shadow teacher.

"Untuk mendapatkan asisten ini, ada prosedur tersendiri. Tapi peran shadow teacher di Australia berbeda dengan di Indonesia. Mereka tak hanya sebagai penghubung orangtua dengan kurikulum, namun juga fasilitator untuk si anak," Josephine menjelaskan.

Ia mengatakan, anak ABK yang harus melakukan terapi di jam sekolah, dianggap tetap mengikuti jam meski tidak berada di kelas.

"Dengan bantuan asisten pendidikan ini mereka bisa bisa ikut terapi di dalam atau luar sekolah, tapi terhitung masuk kelas," katanya.

Selain dalam bidang pendidikan dan fasilitas dari pemerintah, anak ABK di Australia juga tergabung dalam komunitas di mana mereka diperlakukan sama.

Baca juga: Pameran Bertajuk Harmoni Tanpa Batas, Para ABK Sulap Barang Bekas Jadi Tas Berkualitas

Dalam komunitas tersebut anak ABK tidak dituntut harus melakukan semua hal yang bisa dilakukan non ABK. Mereka cukup melakukan sesuatu yang bisa mereka lakukan.

"Ada juga komunitas khusus anak ABK. Di sana kondisi ABK seperti apapun bisa dimaklumi. Mereka bisa menerima keterbatasan atau kekuatan ABK," paparnya.

Lebih lanjut Josephine menuturkan, anak-anak di Australia juga bermain dengan anak ABK seperti dengan anak non ABK. Menurutnya, toleransi terhadap anak ABK di sana sudah cukup baik.

"Di sekolah misalnya, anak juga bermain dan sekolah bersama anak ABK. Memang pemahaman soal perbedaan ini perlu ditanamkan sejak kecil. Supaya mereka nantinya tidak membeda-bedakan teman," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved