Sudah Divaksin, Guru SMP-SMA Sekolah Islam Shafta Siap Sambut Murid Baru dan Kelas Tatap Muka

Tak kurang dari 50 guru SMP dan SMA Sekolah Islam Shafta Surabaya di bawah naungan Yayasan Al-Insanul Kamil telah selesai melakukan vaksinasi.

TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA
Proses vaksinasi guru SMA Islam Shafta yang diselenggarakan oleh Yayasan Al-Insanul Kamil bekerja sama dengan BUMN dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (21/4/2021). 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Tak kurang dari 50 guru SMP dan SMA Sekolah Islam Shafta Surabaya di bawah naungan Yayasan Al-Insanul Kamil telah selesai melakukan vaksinasi.

Hari ini, sejumlah guru SMA Islam Shafta mengikuti vaksinasi yang digelar oleh Yayasan Al-Insanul Kamil bekerja sama dengan BUMN dan Pemprov Jatim di Grand City Convention Hall Surabaya, Rabu (21/4/2021).

Mereka, para guru sebelumnya telah melakukan pendaftaran via online dan mengikuti vaksinasi tahap pertama pada Rabu siang.

"Sebentar lagi kan ada penerimaan siswa baru, ditambah rencananya akan dilaksanakan sekolah tatap muka. Dengan adanya vaksin ini diharapkan bisa mengurangi kekhawatiran berbagai pihak terutama anak dan orangtua," ujar Ahmad NashruddinKetua Yayasan Al-Insanul Kamil Surabaya (Sekolah Islam Shafta).

Ditemui seusai mengikuti vaksinasi, pihaknya menyambut baik upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 ini.

Menurutnya dengan digencarkannya vaksinasi terutama pada tenaga pendidik, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa datang ke sekolah itu aman.

Proses vaksinasi guru SMA Islam Shafta yang diselenggarakan oleh Yayasan Al-Insanul Kamil bekerja sama dengan BUMN dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (21/4/2021).
Proses vaksinasi guru SMA Islam Shafta yang diselenggarakan oleh Yayasan Al-Insanul Kamil bekerja sama dengan BUMN dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (21/4/2021). (TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA)

"Tentunya kami tidak melupakan protokol kesehatan. Tetap kami kawal ketat Prokes sesuai anjuran pemerintah. Di Shafta juga da satgas khusus yang nantinya akan membantu mengawasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar," ujar Ahmad.

Ahmad menuturkan, setelah melakukan survey banyak dari siswa di Sekolah Islam Shafta yang mulai bosan di rumah.

Mereka ingin segera melakukan sekolah dan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. "Alasan yang paling utama saat ditanya karena mereka ingin bertemu teman. Apalagi yang mereka baru masuk kelas satu kan belum pernah belajar di kelas secara langsung," ujarnya.

Ahmad berharap dengan digencarkannya vaksinasi pada tenaga pendidik akan membawa dampak positif pada sistem pendidikan Indonesia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved