Tips Olahraga Selama Puasa, Pilih Jenis Bodyweight Training

Olahraga saat menjalankan puasa harus diperhatikan. Sebab, salah memilih latihan olahraga justru akan membuat tubuh semakin lelah.

ISTIMEWA
Verawaty Budiyanto Founder sekaligus CEO Urban Athletes Surabaya 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Banyak cara dapat dilakukan untuk menjaga stamina dan kebugaran saat puasa, salah satunya dengan olahraga.

Namun, pemilihan olahraga saat menjalankan puasa harus diperhatiin. Sebab, salah memilih latihan olahraga justru akan membuat tubuh semakin lelah bahkan dehidrasi.

Untuk itu, Verawaty Budiyanto selaku Founder sekaligus CEO Urban Athletes Surabaya membagikan tips olahraga selama puasa.

"Saat sedang puasa, lebih baik melakukan latihan bodyweight training, yakni latihan tanpa beban. Hanya menggunakan tubuh untuk bergerak dan olahraga," kata Verawaty pada TribunJatim, Senin (26/4/2021).

Baca juga: Tips Diet Seimbang Selama Puasa, Perhatikan Asupan Nutrisi Mikro dan Makro

Verawaty menuturkan, bodyweight training tidak akan terlalu menguras tenaga dan membuat dehidrasi karena minim beban. Justru, bisa menambah kebugaran jika dilakukan rutin dengan metode tepat.

"Karena olahraga ini tanpa beban, tidak akan terlalu melelahkan. Malah jika sudah biasa akan terasa ringan," ujarnya.

Beberapa contoh gerakan olahraga bodyweight training, lanjut Verawaty, di antaranya squad, jumping jack, mountain climber, plang, push up hingga lunges.

Semua gerakan bodyweight training ini dikatakan Verawaty bisa membantu menjaga kebugaran tubuh dan membentuk tubuh tetap ideal.

"Gerakan squad misalnya, jika dilakukan dengan tepat akan membantu melatih otot paha, pinggul hingga bokong. Begitu juga dengan push up dan plang yang bisa melatih otot tangan, dada dan otot daerah core," Verawaty menjelaskan.

Baca juga: Pandemi Tak Bisa Buka Puasa Bersama? Kirim Hampers dari Depot Restu Bisa Jadi Solusinya

Meski melakukan olahraga selama puasa, Verawaty menyarankan supaya tak terlalu memforsir dengan olahraga terlalu lama.

Menurutnya, olahraga rutin 45 menit setiap hari sudah cukup. "Waktunya disarankan sore hari menjelang berbuka supaya segera bisa minum. Jadi cairan tergantikan. Tapi kalau kuat saat pagi ya tidak apa," katanya.

Ditanyai soal olahraga dengan gerak fisik aktif seperti lari, Verawaty menyarankan hal tersebut hanya untuk yang kuat saja.

Lari, menurutnya akan membuang banyak energi. Saat puasa, tubuh rentan kekurangan mineral karena tidak mengonsumsi makanan dan minuman seharian.

"Kalau kuat olahraga lari malah bagus. Tapi kalau tidak kuat jangan dipaksakan. Olahraga yang ringan saja yang penting kebugaran tetap terjaga," sarannya.

Untuk mengantisipasi risiko terburuk dehidrasi saat melakukan olahraga ketika puasa, Verawaty mengimbau untuk memperbaiki konsumsi mineral saat berbuka dan sahur.

"Kalau mau aktif olahraga makanan buka harus diperhatikan. Sahur juga harus bagus banget. Minum minimal 2 liter air setiap buka sampai sagur. Tidak boleh diet rendah garam nanti badan kita kekurangan air. Perhatikan mikro dan makro nutrisinya," pungkasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved