Pejuang Sekolah Daring di Lereng Gunung Bromo saat Pandemi, Faktor Alam Bukan Hambatan Satu-satunya

Pandemi mengharuskan banyak kegiatan dilakukan secara daring atau online dari rumah, tak terkecuali kegiatan pembelajaran sekolah.

ISTIMEWA
Sugeng Eka Waluyo Guru SDN Ngadisari 2 Sukapura Probolinggo 

Menyambut mulai diberlakukannya sekolah tatap muka, pihak SDN Ngadisari 2 mengedukasikan protokol kesehatan yang tepat pada para murid.

Selain itu, pihak sekolah juga menunjuk guru piket untuk berjaga setiap pagi sebelum murid mulai masuk. Fungsinya, untuk mengecek suhu dan mengarahkan para murid supaya menerapkan protokol kesehatan.

Menyambut pernyataan Eka terkait perjuangan SDN Ngadisari 2 untuk tetap belajar selama pandemi, Ramliyanto
Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Timur mengapresiasi penuh.

Menurutnya, upaya yang dilakukan Eka bersama para tim guru merupakan sebuah perjuangan yang dilakukan oleh pahlawan.

"Saya melihat semangat para guru dan murid ini dari waktu ke waktu tidak pernah surut. Meski banyak halangan dan kesulitan, tetap tidak menyerah. Terutama para guru yang terus berjuang layaknya pahlawan," ungkap pria yang juga berasal dari Probolinggo tersebut.

Ramliyanto menjelaskan, di Jawa Timur memang banyak sekolah yang berada di kawasan Kepulauan Pegunungan dan Pedalaman (KPP)

"Jumlahnya ada 200 lebih yang tentunya banyak kendala dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Kami berharap semangat juang dalam belajar baik oleh murid, orangtua maupun guru bisa terus terpupuk," tandasnya.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved