Sejarah Kota Surabaya, Kota Pahlawan Metropolitan di Ujung Timur Jawa

Kota Surabaya atau yang kerap dijuluki Kota Pahlawan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia.

ISTIMEWA
Sejarah terbentuknya Kota Surabaya, berawal dari perjuangan Majapahit melawan pasukan Mongol 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Kota Surabaya atau yang kerap dijuluki Kota Pahlawan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia.

Kota Surabaya menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Timur dan kota metropolitan yang banyak menjadi jujugan rantau.

Ulang tahun Kota Surabaya diperingati setiap tanggal 31 Mei dan pertama berdiri pada 1293.

Kini, Kota Surabaya yang memiliki luas hingga 326,81 km2 ditinggali oleh 3.158.943 jiwa penduduk.

Mulai akhir 2020, Kota Pahlawan dipimpin oleh Eri Cahyadi dan Armuji sampai lima tahun ke depan menggantikan Wali Kota Tri Rismaharini dan Wakilnya Whisnu Sakti Buana.

Baca juga: Sejarah Masuknya Halloween ke Amerika hingga Tradisi Pesta Perayaan Tahunan

Kota dengan kendaraan berplat L ini terletak 800 km dari timur Jakarta dan 453 km dari barat laut Denpasar, Bali.

Kota Surabaya terletak di pantai Utara Pulau Jawa bagian timur dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa.

Daerah metropolitan Surabaya dikenal dengan Gerbangkertosusila yang menjadi metropolitan terbesar kedua setelah Jabodetabek.

Surabaya memiliki satu bandara besar yakni Bandar Udara Internasional Juanda serta Pelabuhan Tanjung Perak di ujung lainnya.

Baca juga: Sejarah Singkat Halloween dan Kaitannya dengan Bangsa Celtic Kuno

Sejarah terbentuknya Kota Surabaya

Proses terbentuknya Kota Surabaya tak jauh dari peristiwa peperangan antara Raden Wijaya dan pasukan Mongol dari China di tahun 1793.

Hal tersebut dikutip dari situs Pemerintah Kota Surabaya. Pada pertempuran di tanggal 31 Mei tersebut, Raden Wijaya berhasil mengalahkan pasukan Mongol dan memukul balik pasukan mereka untuk kembali ke China.

Raden Wijaya sendiri merupakan pendiri dan raja pertama Kerajaan Majapahit. Ia menjadi raja pada 10 November 1923.

Kemenangan Kerajaan Majapahit atas pasukan Mongol di tanggal 31 Mei tersebut dijadikan tanggal peringatan HUT Kota Surabaya hingga saat ini.

Mulanya, pasukan Mongol disebut tidak ingin menyerang Kerajaan Majapahit, namun Kerajaan Singasari.

Penguasa Mongol Kubilai Khan marah terhadap Raja Singasari, Kertanegara yang memotong telinga utusannya pada tahun 1289.

Akhirnya, Kubilai Khan mengirimkan pasukan besar ke Jawa untuk menyerang Raja Kertanegara. Namun setibanya di sana, Raja Kertanegara sudah meninggal.

Ia terbunuh dan kerajaan Singasari lengser akibat pemberontakan antara tahun 15 Mei - 18 Juni 1292.

Julukan Kota Pahlawan

Sejak awal berdiri, Kota Surabaya lekat dengan kisah heroisme dan perjuangan. Pada 10 November 1945, heroisme masyarakat Surabaya terbuktikan dari dikalahkannya penjajah asing.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1056 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved