Legenda Gunung Kelud yang Dipercaya Masyarakat, Berawal dari Penghianatan Cinta Sang Dewi

Legenda Gunung Kelud yang dipercaya masyarakat. Berawal dari penghianatan cinta sang Dewi.

ISTIMEWA
Legenda Gunung Kelud yang dipercaya masyarakat, berawal dari kisah cinta yang memilukan 

Hingga saat ini, wisata Gunung Kelud tak bisa lepas dari legenda kisah cinta yang memilukan tersebut.

Baca juga: Pejuang Sekolah Daring di Lereng Gunung Bromo saat Pandemi, Faktor Alam Bukan Hambatan Satu-satunya

Versi Raja Brawijaya

Dalam sumber lain diceritakan, bukan soal kisah cinta Dewi Kilisuci, namun seorang dewi dari Kerajaan Brawijaya.

Dikisahkan, Raja Brawijaya ingin mencarikan suami untuk putrinya, Putri Dyah Ayu Pusarini dengan menggelar sayembara mengangkat busur sakti Kyai Garudayeksa dan gong Kyai Sekardelima.

Tak ada yang bisa mengangkat busur maupun gong tersebut hingga Raja Brawijaya ingin menghentikan sayembara. Hingga suatu hari datanglah seorang berkepala lembu yang mampu memenangkan sayembara, yakni Lembu Suro.

Namun, Putri Dyah Ayu Pusarini tak ingin diperistri olehnya hingga akhirnya ia mengatur siasat.

Putri Dyah Ayu Pusarini meminta Lembu Suro membuatkan sumur di atas Gunung Kelud untuknya mandi.

Sumur tersebut harus selesai dalam waktu satu malam dan Lembu Suro menyanggupi.

Setelah sumur digali dengan sangat dalam, para prajurit justru menimbun Lembu Suro yang tengah berada di dalam sumur.

Lembu Suro sempat meminta tolong namun tak ada yang menghiraukan. Hingga saat ia tertimbun, sumpah Lembu Suro terdengar.

Kisah Lembu Suro yang tertimbun memang tidak bisa dibuktikan secara pasti, sebab ini merupakan legenda cerita rakyat yang dikisahkan turun temurun.

Namun banyak masyarakat yang percaya, meletusnya Gunung Kelud merupakan perwujudan mistik dari sumpah Lembu Suro.

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved