Gaungkan Semangat Merdeka Belajar Wanita Permabudhi Gelar Seminar, Dihadiri Menteri Pendidikan

Konsep pendidikan 'merdeka belajar' mulai banyak digaungkan. Di mana, setiap anak memiliki kemerdekaan dalam berpikir, berkarya dan berpendapat.

ISTIMEWA
Ketua Wanita Permabudhi Ritha Helena saat mengisi acara seminar daring bertajuk 'Merdeka Belajar, Mewujudkan Prestasi Pendidikan Anak Bangsa'. 

TRIBUNJATIM.WIKI.COM, SURABAYA - Konsep pendidikan 'merdeka belajar' mulai banyak digaungkan. Di mana, setiap anak memiliki kemerdekaan dalam berpikir, berkarya dan menyampaikan pendapat.

Gaung semangat merdeka belajar tersebut juga dilakukan oleh Pemberdayaan Wanita Permabudhi. Mereka menggelar seminar daring bertajuk 'Merdeka Belajar, Mewujudkan Prestasi Pendidikan Anak Bangsa'.

"Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei. Kami ingin menggabungkan semangat merdeka belajar," ungkap Ketua Wanita Permabudhi Ritha Helena, Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Temu Virtual Wanita Permabudhi Ajak Kilas Balik Perjuangan Kartini di Masa Lalu

Ritha Helena menuturkan, mengutip dari Ki Hadjar Dewantara, pendidikan harus memerdekakan kehidupan manusia.

Menurutnya, kemerdekaan merupakan tujuan utama dari Bangsa Indonesia. "Berbekal pendidikan, anak-anak Indonesia diharapkan mampu memajukan bangsa," kata Ritha.

Ritha Helena mengaku, dengan mendukung konsep merdeka belajar, anak-anak Indonesia akan memiliki kemerdekaan dalam proses belajarnya.

"Mereka merdeka dalam berpikir, berkarya, dan menyampaikan pendapat. Harapannya, anak-anak dapat berkembang sesuai minat dan bakatnya," ujar Ritha.

Melalui seminar ini, Ritha berharap dapat ikut andil dalam mencerdaskan sumber daya manusia agar lebih berkualitas.

"Semoga anak bangsa mampu memiliki kepribadian yang positif untuk memajukan Indonesia," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nadiem Makarim turut menyampaikan pendapat mengenai konsep merdeka belajar.

Baca juga: Meningkatnya Eksistensi Ladies Golfer Bawa Angin Segar dalam Permainan Olahraga Golf

Menurut Nadiem Makarim, muda-mudi Indonesia telah membawa nama harum Indonesia di panggung internasional. 

Hal tersebut menjadi sesuatu yang patut dibanggakan. Nadiem Makarim melanjutkan, ada hal esensial lain yang tak kalah penting dari pencapaian hasil.

Menurutnya, jiwa kompetitif lebih esensial ketimbang hasil yang diwujudkan dalam bentuk trofi atau piagam penghargaan.

"Jiwa kompetitif, tekad kuat untuk berprestasi, serta kepercayaan diri untuk berkiprah di kancah global," jelas Nadiem.

Penanaman jiwa kompetitif, lanjut Nadiem, juga membutuhkan proses yang tidak singkat dan mudah. 

"Ada kebiasaan dan pola pikir lama yang harus kita tinggalkan, ada sistem yang harus ditransformasi," terangnya.

Nadiem Makarim mengatakan bahwa pihaknya terus mengupayakan hal tersebut melalui merdeka belajar sebagai sebuah kebijakan untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia secara holistik dan berlaku untuk semua jenjang pendidikan.

"Transformasi yang kami rancang berangkat dari gagasan Ki Hadjar Dewantara tentang kemerdekaan berpikir, belajar, dan bertindak. Kami yakin bahwa titik awal dari kreativitas adalah keleluasaan dalam menentukan minat dan menggali potensi semakismal mungkin," terang Nadiem.

Beberapa narasumber yang turut hadir dalam seminar daring ini di antaranya Rachmat Harsono, Eka Julianta Wahjoepramono dan Iris Rengganis.

Serta mendapatkan sambutan dari berbagai pihak seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Ketua Umum Permabudhi Arief Harsono.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved