Legenda Air Terjun Coban Rondo, Kisah Cinta Tragis yang Melahirkan Mitos Kutukan

Air Terjun Coban Rondo merupakan destinasi wisata alam yang terletak Kabupaten Malang, tepatnya di daerah Pujon.

ISTIMEWA
Air Terjun Coban Rondo 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, MALANG - Air Terjun Coban Rondo merupakan destinasi wisata menarik yang terletak Kabupaten Malang, tepatnya di daerah Pujon.

Tak hanya keindahan alamnya, Air Terjun Coban Rondo juga terkenal karena mitos yang beredar.

Diceritakan, siapa saja yang mengunjungi Air Terjun Coban Rondo bersama kekasihnya, maka mereka akan putus.

Terkait mitos Air Terjun Coban Rondo tersebut ternyata banyak masyarakat yang mempercayainya.

Akhirnya, tak sedikit yang percaya bahwa air terjun ini membawa kutukan bagi pasangan.

Baca juga: Legenda Gunung Kelud yang Dipercaya Masyarakat, Berawal dari Penghianatan Cinta Sang Dewi

Sebab munculnya mitos Coban Rondo tersebut tak lepas dari legenda kisah cinta memilukan Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo yang berakhir tragis.

Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi menikah dengan Raden Baron Kusumo asal Gunung Anjasmara.

Baru beberapa hari menikah, Dewi Anjarwati mengajak suaminya, Raden Baron Kusumo untuk mengunjungi orangtua mereka di Gunung Anjasmara.

Keputusan Dewi Anjarwati tersebut sempat ditentang oleh orangtuanya, karena usia pernikahan mereka yang belum genap selapan.

Namun, Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo tetap berangkat.

Baca juga: Kuota Wisata Kawasan Gunung Bromo Kini Ditambah 50 Persen, Simak Syarat Masuk Wisatawan!

Hingga pada akhirnya, ketika sedang melakukan perjalanan, Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo bertemu dengan Joko Lelono, laki-laki yang tak jelas dari mana asal usulnya.

Tak disangka Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan berniat merebutnya dari Raden Baron Kusumo.

Dikutip dari berbagai sumber, Raden Baron Kusumo akhirnya bertarung dengan Joko Lelono untuk mempertahankan istrinya.

Perkelahian mereka berlangsung sengit karena keduanya sama-sama memiliki kekuatan yang seimbang.

Dewi Anjarwati diminta menunggu di tempat yang ada air terjunnya oleh Raden Baron Kusumo.

Kemudian ia menunggu sang suami di sebuah air terjun yang saat ini dikenal sebagai Air Terjun Coban Rondo.

Di sisi lain, pertarungan antara Raden Baron Kusumo dan Joko Lelono menemui akhir yang tragis. Kedua lelaki ini sama-sama tewas ketika memperjuangkan perempuan idamannya.

Dewi Anjarwati yang menunggu janji suaminya untuk dijemput tak pernah beranjak pergi. Ia meratapi kepergian Raden Baron Kusumo yang tewas dalam perkelahian.

Hingga saat ini, banyak yang percaya ratapan Dewi Anjarwati yang menunggu suaminya di batu besar di air terjun tersebut mendatangkan kesialan untuk pasangan yang pergi berpacaran ke sana.

Dewi Anjarwati yang kemudian menjadi janda di air terjun tersebut menjadi asal mula penamaan Air Terjun Coban Rondo yang artinya air terjun janda.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved