Sejarah Masjid Jami Peneleh yang Memiliki Bentuk Bak Perahu Terbalik, Dibangun Oleh Sunan Ampel

Kawasan wisata heritage Jalan Peneleh Surabaya memang memiliki banyak keunikan, salah satunya Masjid Jami Peneleh yang legendaris.

Penulis: melia luthfi.husnika
Editor: Adrianus Adhi
ISTIMEWA/SURYA
Masjid Jami Peneleh 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Kawasan wisata heritage Jalan Peneleh Surabaya memang memiliki banyak keunikan, salah satunya Masjid Jami Peneleh yang legendaris.

Masjid Jami Peneleh sendiri memiliki latar belakang sejarah yang patut dikenang hingga saat ini.

Masjid ini pertama kali dibangun oleh Raden Muhammad Ali Rahmatulloh alias Sunan Ampel pada tahun 1421.

Masjid Jami Peneleh
Masjid Jami Peneleh (ISTIMEWA)

“Masjid ini lebih tua dari Masjid Sunan Ampel di Ampel Denta, mungkin karena letaknya yang berada di tengah lingkungan yang padat penduduk,” kata Kuncarsono Prasetyo pemerhati sejarah Surabaya.

Baca juga: Cerita Rakyat Jawa Timur, Mitos Air Terjun Coban Rondo, Pulang atau Putus

Masjid Jami Peneleh yang memiliki luas 950 meter persegi ini jika diperhatikan memiliki bentuk yang tak biasa.

Bagaimana tidak, Masjid Jami Peneleh jika dilihat sekilas akan tampak seperti perahu yang terbalik.

Masjid ini salah satu karya seni arsitektur yang cukup menarik dari era jaman kerajaan Majapahit. Di tahun 1800an sempat direnovasi oleh pemerintah Belanda namun tidak mengubah struktur aslinya.

Memasuki masjid ini ternyata sangat lapang dan megah, dengan 10 tiang dan atap jati yang tinggi menjulang, di bagian atas kayu kayu penyangga ini saling menyambung.

Baca juga: Legenda Gunung Kelud yang Dipercaya Masyarakat, Berawal dari Penghianatan Cinta Sang Dewi Dee

Selain itu terdapat pula nama 4 sahabat Rasul di langit-langit masjid yaitu Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Utsman ibn affan dan Ali bin Abi Thalib.

“Masjid ini bisa dikatakan sebagai salah satu masjid tertua di Surabaya sekaligus bagian dari perjalanan perkembangan Islam di tanah Jawa,” katanya.

Sebelumnya kata Kuncar, Raden Rahmat atau yang biasa dikenal dengan Sunan Ampel lebih dahulu mendirikan masjid di Kembang Kuning Surabaya kemudian mendirikan Masjid di Peneleh dan yang terakhir di Ampel.

"Sebelum ke Ampel, Raden Rahmatullah disini dulu. Beliau tahu disini ada komunitas muslim. Ada komunitas Hindu, mereka hidup berdampingan dan rukun,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved